Banner ADV

Ketua Komisi l Dukung Pembangunan SMA di Pedalaman, Tekan Angka Putus Sekolah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ketua Komisi l DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Ketua Komisi l DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Ketua Komisi l Dukung Pembangunan SMA di Pedalaman, Tekan Angka Putus Sekolah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ketua Komisi l DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Ketua Komisi l DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Ketua Komisi l Dukung Pembangunan SMA di Pedalaman, Tekan Angka Putus Sekolah

Ketua Komisi l DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah pedalaman Kabupaten Berau. 

Menurutnya, keberadaan sekolah tingkat lanjutan di kawasan terpencil sangat dibutuhkan agar anak-anak kampung bisa melanjutkan pendidikan tanpa harus merantau ke kota.

Ia menilai selama ini banyak pelajar dari daerah pedalaman terpaksa meninggalkan kampung halaman demi menempuh pendidikan SMA di Tanjung Redeb maupun wilayah lain yang memiliki fasilitas lebih lengkap. Kondisi tersebut dinilai tidak ideal karena anak-anak harus tinggal jauh dari orang tua pada usia yang masih membutuhkan perhatian dan pengawasan keluarga.

“Banyak anak-anak kita dari pedalaman harus ke kota hanya untuk sekolah. Mereka tinggal jauh dari orang tua, sementara pengawasan keluarga tentu menjadi berkurang. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Menurut Elita, jarak tempuh yang jauh dan keterbatasan akses transportasi juga menjadi salah satu penyebab masih adanya anak-anak pedalaman yang memilih berhenti sekolah setelah lulus SD/SMP.

“Tidak semua keluarga mampu membiayai anak tinggal di kota. Ada biaya kos, makan, transportasi, dan kebutuhan lainnya. Karena itu, sebagian anak akhirnya tidak melanjutkan sekolah,” katanya.

Ia menegaskan, pembangunan SMA di wilayah pedalaman bukan hanya soal menghadirkan gedung sekolah, tetapi juga bentuk pemerataan pendidikan bagi seluruh masyarakat Berau, termasuk yang tinggal di kampung-kampung terpencil.

“Pendidikan harus bisa dirasakan merata. Jangan sampai anak di kota mudah mengakses sekolah, sementara anak pedalaman harus berjuang lebih keras hanya untuk mendapat hak yang sama,” tegasnya.

Elita juga mendorong pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, mengingat kewenangan SMA berada di tingkat provinsi. Menurutnya, aspirasi masyarakat pedalaman harus diperjuangkan agar pembangunan sekolah baru bisa direalisasikan.

Selain pembangunan fisik, ia juga meminta perhatian terhadap kebutuhan tenaga pengajar, fasilitas penunjang, serta asrama bila diperlukan agar layanan pendidikan di pedalaman berjalan maksimal.

“Kalau sekolah dibangun, maka kualitasnya juga harus diperhatikan. Guru harus tersedia, fasilitas memadai, sehingga anak-anak pedalaman bisa belajar dengan nyaman dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (Adv)