Review Desain Jembatan Sungai Riko Ditarget Rampung Akhir Tahun Ini

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Review Desain Jembatan Sungai Riko Ditarget Rampung Akhir Tahun Ini

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Review Desain Jembatan Sungai Riko Ditarget Rampung Akhir Tahun Ini

Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin

PENAJAM- Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor membeberkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan review desain Jembatan Sungai Riko, Kecamatan Penajam rampung akhir 2026. 

Pemprov Kaltim telah menyediakan anggaran sebesar Rp8 miliar untuk review Detail Engineering Design (DED) dan pra Feasibility Study (FS). Kemudian telah melakukan proses lelang proyek review desain Jembatan Sungai Riko. 

“Review desain Jembatan Sungai Riko ditangani langsung oleh Pemprov Kaltim dan ditarget rampung akhir tahun ini,” kata Mudyat, Selasa (28/4/2026). 

Ia menyatakan setelah review desain Jembatan Sungai Riko rampung, kemudian dokumennya akan diserahkan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU). 

Sebab, proyek pembangunan Jembatan Sungai Riko sebesar Rp1,2 triliun akan ditangani langsung oleh Kementerian PU yang anggarannya bersumber dari APBN. 

“Setelah review desain selesai, baru masuk dalam tahap pembangunan fisik Jembatan Sungai Riko,” ujarnya. 

Jembatan Sungai Riko masuk dalam perencanaan pembangunan akses jalan pendekat Jembatan Pulau Balang oleh Pemprov Kaltim.

Dalam DED dan para FS Jembatan Sungai Riko yang disusun Pemprov Kaltim pada 2026 diperkirakan kebutuhan anggarannya sebesar Rp900 miliar. 

Namun di 2026, Pemprov Kaltim melakukan review desain Jembatan Sungai Riko dan diperkirakan kebutuhan anggarannya mencapai Rp1,2 triliun.

“Provinsi melakukan review desain karena menyesuaikan perkembangan harga material dan perubahan desain serta teknis jembatan,” ujarnya. 

Pemkab PPU berharap pembangunan Jembatan Sungai Riko direalisasikan pemerintah pusat setelah review desain dirampung Pemprov Kaltim. 

Untuk itu, Jembatan Sungai Riko dibutuhkan untuk mengkoneksikan antar wilayah di pesisir Kecamatan Penajam.

Ini juga untuk menghubungkan Kawasan Industri Buluminung (KIB) dan Pelabuhan Benuo Taka di Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam dengan Bandara Internasional Nusantara. 

“Kalau Jembatan Sungai Riko dibangun maka akan mempercepat pemerataan dan pertumbuhan ekonomi di PPU,” pungkasnya.