Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan
PENAJAM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bakal memberikan bantuan puluhan unit kolam bioflok ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di tahun ini.
Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto mengatakan, Distan PPU telah mengusulkan dua kelompok budidaya ikan tawar untuk mendapatkan bantuan kolam bioflok ke KKP.
Kedua kelompok yang diusulkan tersebut di Desa Bangun Mulyo, Kecamatan Waru dan Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu. Usulan bantuan kolam bioflok telah mendapatkan lampu hijau dari KKP. Rencananya, bantuan tersebut akan disalurkan di tahun ini.
“Informasi yang kami dapatkan dari KKP, masing-masing kelompok mendapatkan bantuan 40 unit kolam bioflok,” kata Andi Traso, Rabu (29/4/2026).
Bantuan puluhan unit kolam terpal ini, kata Andi Traso, merupakan program budidaya ikan tematik dengan sistem bioflok yang dicanangkan KKP. Bantuan kolam bioflok yang diberikan kepada kedua kelompok di PPU khususnya untuk budidaya ikan air tawar.
“Kolam bioflok nanti untuk budidaya lele dan nila,” ujarnya.
Bantuan kolam bioflok merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi ikan air tawar. Karena, permintaan ikan air tawar di Benuo Taka cukup memadai.
“Ikan air tawar di PPU cukup diminati, sehingga produksinya harus ditingkatkan,” terangnya.
Selain memenuhi kebutuhan masyarakat umum, kata Andi Traso, hasil budidaya ikan air tawar dari kolam bioflok tersebut juga dipersiapkan untuk mengcover kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Pengembangan budidaya ikan air tawar melalui sistem bioflok juga sebagai bentuk persiapan dalam menghadapi Ibu Kota Nusantara (IKN),” pungkasnya.


