Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Rencana perluasan lahan pertanian di Kabupaten Berau mendapat sorotan dari DPRD Berau.
Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong, menilai kebijakan membuka sawah baru belum menjadi langkah prioritas jika persoalan petani yang ada saat ini belum dituntaskan.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) sebaiknya lebih memusatkan anggaran untuk meningkatkan hasil pertanian di lahan yang sudah ada, dibanding mengalokasikan dana besar untuk program ekstensifikasi.
Ia menjelaskan, banyak petani saat ini masih menghadapi kesulitan mendapatkan pupuk, tingginya harga sarana produksi pertanian, hingga mahalnya alat dan mesin pertanian. Kondisi tersebut dinilai menjadi hambatan utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
“Kalau sawah yang sudah ada saja belum maksimal, untuk apa buru-buru membuka lahan baru. Petani sekarang masih kesulitan pupuk, biaya tanam juga tinggi,” ujarnya.
Rudi menegaskan, program intensifikasi jauh lebih penting dilakukan saat ini. Sebab, dengan meningkatkan hasil panen di lahan produktif yang sudah dikelola masyarakat, manfaatnya akan lebih cepat dirasakan petani.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur penunjang pertanian seperti saluran irigasi dan drainase. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil panen, terutama beras lokal agar mampu bersaing dengan produk dari luar daerah.
“Kalau kualitas beras kita tidak ditingkatkan, tentu akan sulit bersaing dengan beras dari Jawa atau Sulawesi,” katanya.
Terkait rencana pengembangan lahan pertanian seluas 1.300 hektare, Rudi mengaku masih meragukan kesiapan daerah, terutama dari sisi anggaran. Ia menilai kondisi keuangan daerah saat ini perlu menjadi pertimbangan matang sebelum menjalankan program besar.
“Dengan kondisi anggaran sekarang, saya berharap dana yang ada diprioritaskan untuk memaksimalkan lahan pertanian yang sudah berjalan,” pungkasnya. (Adv)



