Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Robi Ariadi menegaskan komitmennya dalam memperluas akses layanan uang Rupiah hingga ke wilayah terpencil melalui kegiatan Ekspedisi Rupiah Kalimantan (ERK) 2026.
Menurutnya, wilayah pesisir dan aliran sungai di Kalimantan masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal, termasuk penukaran uang layak edar.
Karena itu, BI menghadirkan ERK 2026 sebagai solusi untuk menjangkau masyarakat yang selama ini sulit tersentuh layanan perbankan.
"Melalui ERK 2026, kami ingin memastikan masyarakat di wilayah sungai tetap mendapatkan akses terhadap uang Rupiah yang layak edar, sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia," ucap Robi dalam keterangan press release, Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada distribusi uang layak edar, tetapi juga membawa misi edukasi kepada masyarakat.
BI, kata dia, ingin meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya menjaga kualitas uang serta mendorong penggunaan transaksi non-tunai.
"Tidak hanya penukaran uang, kami juga menghadirkan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, termasuk literasi sistem pembayaran digital seperti QRIS," jelasnya.
Pelaksanaan ERK 2026 dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Kalimantan pada 27-30 April 2026, dengan menggandeng TNI Angkatan Laut sebagai mitra strategis.
Kolaborasi ini dinilai penting untuk mendukung mobilisasi armada serta menjamin keamanan selama kegiatan berlangsung di wilayah perairan.
"Sinergi dengan TNI Angkatan Laut menjadi faktor penting agar distribusi layanan Rupiah ini bisa menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses," tambahnya.
Di wilayah Balikpapan dan Kabupaten Paser, ekspedisi ini akan menyasar sejumlah titik, seperti Desa Tanjung Aru, Pasir Mayang, hingga aliran Sungai Kandilo di Pasir Belengkong.
Kawasan tersebut merupakan jalur aktivitas ekonomi masyarakat yang membutuhkan dukungan layanan uang tunai secara memadai.
Robi menambahkan, melalui kegiatan ini BI tidak hanya memastikan ketersediaan uang layak edar, tetapi juga berupaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
"Kami ingin kehadiran Bank Indonesia benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah 3T. Ini bagian dari upaya menjaga kepercayaan terhadap Rupiah dan memperkuat sistem keuangan nasional," pungkasnya.


