Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Wakil Ketua III DPRD Balikpapan, Budiono meminta pemerintah kota melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) memperketat pengawasan terhadap peredaran hewan kurban menjelang perayaan Iduladha 2026.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya aktivitas penjualan hewan kurban seperti sapi dan kambing yang mulai marak di sejumlah titik di Kota Balikpapan. Kondisi ini harus diimbangi dengan pengawasan kesehatan yang ketat guna memastikan kelayakan hewan yang akan dikurbankan oleh masyarakat.
"Pastinya akan beredar banyak hewan kurban. Untuk menjaga kesehatannya, dinas terkait harus melakukan pengawasan, termasuk memastikan kelengkapan sertifikat atau surat asal hewan," ucap Budiono, Rabu (29/4/2026).
Ia menegaskan pemeriksaan tidak hanya terbatas pada administrasi, tetapi juga mencakup kondisi kesehatan hewan secara menyeluruh. Sebab, hewan kurban harus dipastikan bebas dari berbagai penyakit, termasuk parasit seperti cacing.
"Pemeriksaan kesehatan penting, jangan sampai hewan yang dijual itu tidak layak. Harus dipastikan sehat dan aman untuk dikurbankan," tegasnya.
Lebih lanjut, Budiono meminta agar pemerintah tidak ragu mengambil tindakan tegas apabila ditemukan hewan yang tidak memenuhi syarat. "Kalau tidak layak beredar untuk apa dipotong kurban," tambahnya.
Selain itu, ia juga menyoroti keberadaan lapak penjualan hewan kurban yang kerap memanfaatkan lahan kosong di sejumlah kawasan.
Menurutnya, penggunaan lahan tersebut diperbolehkan selama ada izin dari pemilik lahan dan kesepakatan antara kedua belah pihak.
"Selama pemilik lahan mengizinkan, silakan saja. Itu kan kesepakatan antara penjual dan pemilik lahan," jelasnya.
Meski demikian, Budiono menekankan pentingnya penataan lokasi lapak agar tidak mengganggu ketertiban umum dan estetika kota.
Ia menyebut, peran Satpol PP diperlukan untuk mengarahkan penempatan lapak agar tidak berada di tepi jalan.
"Biasanya Satpol PP hadir untuk mengarahkan, misalnya agar lokasi penjualan tidak di pinggir jalan, juga mempertimbangkan faktor kebersihan dan aroma," katanya.
Budiono juga menyebut bahwa aktivitas penjualan hewan kurban umumnya tetap berada dalam pengawasan lingkungan setempat, seperti RT dan kelurahan.
"Dengan pengawasan yang optimal, kami berharap pelaksanaan ibadah kurban di Balikpapan dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," pungkasnya. (Adv)



