Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Rencana pengembangan Pasar Pandansari yang sempat digadang-gadang menjadi ikon baru sekaligus semi pasar induk di Kota Balikpapan hingga kini belum menunjukkan realisasi nyata.
Padahal, wacana tersebut telah lama masuk dalam pembahasan pemerintah kota.
Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman menyoroti lambannya progres pengembangan pasar tersebut yang dinilai masih sebatas rencana tanpa implementasi di lapangan.
"Pasar Pandansari sudah sejak lama dibahas, bahkan diharapkan bisa menjadi ikon dan semi pasar induk, tetapi sampai sekarang masih sebatas wacana," ucap Taufik, Rabu (29/4/2026).
Tak hanya Pasar Pandansari, rencana pengembangan Pasar Inpres yang sebelumnya juga dijanjikan sebagai solusi penataan pasar rakyat turut mengalami nasib serupa.
Program tersebut dinilai belum berjalan sesuai harapan dan belum menunjukkan perkembangan signifikan.
"Termasuk Pasar Inpres, itu juga sempat diwacanakan untuk memperbaiki sistem perdagangan rakyat. Tapi faktanya, sampai sekarang belum terlihat progres yang jelas," tambahnya.
Menurutnya, kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan antara rencana pembangunan yang disampaikan kepada publik dengan realisasi di lapangan.
Ia menilai janji-janji pengembangan pasar seharusnya diikuti dengan langkah konkret agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para pedagang.
Ia pun mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memperkuat komitmen dalam mengeksekusi program yang telah direncanakan dan dianggarkan dalam APBD.
"Kalau sudah ada anggaran dan program, seharusnya bisa segera dijalankan. Jangan sampai hanya menjadi dokumen perencanaan tanpa hasil nyata," tegasnya.
DPRD, lanjutnya, akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar proyek pengembangan pasar rakyat tidak berhenti pada tahap wacana.
Ia menekankan pentingnya kehadiran pasar yang tertata dan representatif guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
"Yang kita inginkan adalah pasar yang tertata, nyaman, dan bisa meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat," pungkasnya. (Adv)



