Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan
PENAJAM - Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkirakan ancaman kemarau panjang di 2026 tidak berdampak secara signifikan terhadap ribuan hekatere tambak di Benuo Taka.
Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto mengatakan, tambak produktif di PPU mencapai 6.000 Hektare (Ha) yang tersebar di seluruh kecamatan. Dari 6.000 Ha tambak produktif terdapat 4.000 Ha di wilayah Kecamatan Babulu, khususnya di Desa Babulu Laut, Desa Labangka dan Desa Labangka Barat.
Mayoritas petambak di PPU membudidayakan rumput laut gracilaria atau sango-sango yang diintegrasikan dengan ikan bandeng dan udang atau sistem budidaya polikultur, sehingga risiko gagal panen di musim kemarau relatif kecil.
Karena budidaya rumput laut gracilaria di musim kemarau justru menguntungkan karena kadar garam atau salinitas yang cukup tinggi mempercepat pertumbuhan gracilaria.
“Kami perkirakan risiko gagal panen di musim kemarau bisa dikatakan tidak ada, karena petambak di PPU rata-rata budidaya rumput laut gracilaria,” kata Andi Traso, Kamis (30/4/2026).
Andi Traso mengungkapkan, beberapa tahun terakhir, mayoritas petambak di PPU memilih budidaya rumput laut gracilaria sebagai tumpuan ekonomi. Karena, rumput laut gracilaria cukup menjanjikan karena panen per tiga minggu sekali.
“Hampir semua petambak mengarah ke rumput laut gracilaria, hasilnya cukup menjanjikan,” ujarnya.
Ia menyatakan, hasil panen rumput laut gracilaria di Benuo Taka mencapai 9.000 ton per tahun. Rumput laut gracilaria telah menjadi salah satu hasil budidaya unggulan di Benuo Taka.
“Produksi rumput laut gracilaria cukup besar, mencapai 9.000 ton per tahun,” pungkasnya.


