Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka berencana menggunakan smart water meter berbasis token di 2027.
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid mengatakan, rencana penggunaan smart water meter berbasis token merupakan salah satu inovasi dalam peningkatan layanan air bersih berbasis teknologi.
“Rencananya tahun depan mulai uji coba penggunaan smart water meter,” kata Abdul Rasyid, Kamis (30/4/2026).
Sebagai langkah awal, kata Abdul Rasyid, penggunaan smart water meter sebanyak 500 Sambungan Rumah Tangga (SR) di salah satu perumahan di wilayah Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam.
Wilayah Kelurahan Petung dipilih sebagai sasaran uji coba penggunaan smart water meter, karena telah mendapatkan layanan air bersih dari Perumda AMDT sepanjang 24 jam.
“Smart water meter ini belum bisa digunakan seluruh wilayah karena belum semua wilayah dapat pasokan air bersih selama 24 jam. Jadi, kita akan uji coba dulu di wilayah Kelurahan Petung,” ujarnya.
Abdul Rasyid menerangkan, smart water meter ini mengadopsi sistem prabayar. Jadi, pelanggan terlebih dahulu membeli token sebelum menggunakan air.
Penggunaan smart water meter ini akan memberikan informasi penggunaan air secara real time. Selain itu, juga akan menghemat tenaga karena tak perlu lagi dilakukan pencatatan secara manual terhadap volume penggunaan air setiap rumah tangga yang menggunakan smart water meter.
“Penggunaan smart water meter lebih efektif karena pelanggan bisa mengontrol pemakaian air. Selain itu, juga menghindari adanya tunggakan tagihan rekening air,” terangnya.
Abdul Rasyid mengungkapkan, biaya pemasangan smart water meter lebih mahal dibandingkan meteran air konvensional.
“Kendalanya dari sisi biaya karena smart water meter lebih mahal dari meteran konvensional. Sedangkan biaya pemasangan dibebankan ke pelanggan, tetapi nantinya akan menjadi aset pelanggan,” pungkasnya.


