Konsulat RI di Tawau Jajaki Kemitraan Strategis dengan IDS Sabah, Dorong Ekonomi Perbatasan Kaltara–Sabah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Acting KRI Tawau Dino Nurwahyudin saat menerima delegasi IDS Sabah di Tawau, Malaysia. (Foto: KRI Tawau)
Acting KRI Tawau Dino Nurwahyudin saat menerima delegasi IDS Sabah di Tawau, Malaysia. (Foto: KRI Tawau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Konsulat RI di Tawau Jajaki Kemitraan Strategis dengan IDS Sabah, Dorong Ekonomi Perbatasan Kaltara–Sabah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Acting KRI Tawau Dino Nurwahyudin saat menerima delegasi IDS Sabah di Tawau, Malaysia. (Foto: KRI Tawau)
Acting KRI Tawau Dino Nurwahyudin saat menerima delegasi IDS Sabah di Tawau, Malaysia. (Foto: KRI Tawau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Konsulat RI di Tawau Jajaki Kemitraan Strategis dengan IDS Sabah, Dorong Ekonomi Perbatasan Kaltara–Sabah

Acting KRI Tawau Dino Nurwahyudin saat menerima delegasi IDS Sabah di Tawau, Malaysia. (Foto: KRI Tawau)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN — Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Tawau terus memperkuat peran diplomasi ekonomi di wilayah perbatasan dengan menjajaki kemitraan strategis bersama Institute for Development Studies (IDS) Sabah. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pengembangan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) dan Sabah, Malaysia.

Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin, mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menerima kunjungan delegasi IDS Sabah. Pertemuan tersebut turut dihadiri Pelaksana Fungsi Ekonomi KRI Tawau, serta perwakilan IDS yang dipimpin oleh Kepala Divisi Sosial dan Kebijakan Publik, Mansalasah Bin Musa, bersama dua peneliti senior.

“Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menjajaki kerja sama yang lebih konkret, khususnya melalui kegiatan studi banding dan benchmarking di wilayah perbatasan Sabah dan Kaltara,” ujar Dino.

IDS Sabah sendiri merupakan lembaga pemikir (think tank) yang berdiri sejak 1985 dan berperan dalam perumusan kebijakan pembangunan di Sabah. Lembaga ini berada langsung di bawah koordinasi Ketua Menteri Sabah.

Dalam pertemuan tersebut, IDS Sabah menyampaikan rencana kunjungan ke sejumlah wilayah perbatasan guna memperoleh gambaran objektif terkait kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Hasil kajian tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan program pembangunan Sabah yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan kedua negara.

Dino menegaskan bahwa interaksi ekonomi antara masyarakat Indonesia, khususnya dari Kalimantan dan Sulawesi, dengan masyarakat Sabah Timur selama ini telah berjalan cukup intens. Bahkan, hubungan sosial dan ekonomi tersebut diperkuat oleh kedekatan historis dan kultural, mengingat sebagian masyarakat Sabah merupakan keturunan Indonesia, terutama dari suku Bugis.

“Arus pergerakan orang dari wilayah Nunukan dan daerah lain di Kaltara ke Sabah menunjukkan tren peningkatan. Namun, untuk arus barang masih terdapat sejumlah kendala yang perlu diatasi agar transaksi perdagangan dapat memberikan kontribusi maksimal bagi kedua negara,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dino menyampaikan bahwa kerja sama lintas batas antara Indonesia dan Malaysia telah difasilitasi melalui Forum Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (Sosek Malindo) yang rutin digelar setiap tahun antara Pemerintah Provinsi Kaltara dan Pemerintah Sabah.

Menurutnya, rencana kunjungan IDS Sabah ke wilayah perbatasan diharapkan dapat memberikan kontribusi strategis dalam forum tersebut, khususnya dalam penyusunan kebijakan berbasis data dan kondisi riil di lapangan.

“Kami berharap IDS dapat menyampaikan rencana kunjungan secara rinci, sehingga dapat kami komunikasikan lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Sinergi ini penting untuk memastikan program yang dirancang benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.