Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan
SANGATTA - Sebanyak 25 pelari trail asal Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), turut ambil bagian dalam ajang bergengsi Rinjani 100 yang berlangsung pada 1–3 Mei 2026 dengan venue utama di Hotel Nusantara Sembalun, kawasan kaki Gunung Rinjani, Lombok.
Event internasional ini diikuti oleh total 2.275 pelari dari 38 negara, menjadikannya salah satu magnet utama sport tourism trail run di Asia Tenggara.
Dari Kutim, para pelari tampil di berbagai kategori, yakni 10 peserta pada kategori 60 kilometer, 14 peserta pada kategori 36 kilometer, dan 1 peserta pada kategori 27 kilometer.
Rinjani 100 dikenal luas sebagai race yang brutal dan penuh tantangan. Medan yang harus dilalui bukan hanya jarak yang panjang, tetapi juga jalur teknikal berupa tanjakan ekstrem, turunan curam, bebatuan vulkanik, hutan tropis, perubahan cuaca yang drastis, hingga elevasi tinggi yang menguras fisik dan mental peserta.
Bahkan, kategori-kategori di Rinjani 100 sering disebut sebagai salah satu ujian terberat bagi pelari trail di Indonesia.
Jauh sebelum pelaksanaan Rinjani 100, Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Kutim telah aktif memfasilitasi para pelari melalui program latihan bersama dan simulasi tanjakan dalam kegiatan Vertical Challenge, sebagai bagian dari persiapan fisik dan mental menghadapi race besar tersebut.
Ketua ALTI Kutim, Abdul Kadir Jaelani menyampaikan bahwa keikutsertaan ini menjadi bukti bahwa pelari trail Kutim mampu bersaing dan terus berkembang di level nasional.
“Rinjani 100 bukan sekadar lomba, tetapi pembuktian mental, disiplin, dan konsistensi latihan. Kami bangga karena 25 pelari dari Sangatta berani mengambil tantangan besar ini. Jauh sebelumnya kami sudah mendorong kesiapan mereka melalui Vertical Challenge sebagai ruang pembinaan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen ALTI Kutim untuk terus mendorong olahraga lari trail agar semakin digemari masyarakat.
“Kami berkomitmen menjadikan trail run sebagai olahraga yang semakin dekat dengan masyarakat Kutai Timur. Potensi alam kita sangat besar untuk pengembangan sport tourism, pembinaan atlet, sekaligus gaya hidup sehat. ALTI siap terus menjadi mitra dalam membangun ekosistem lari trail yang kuat di daerah,” tambahnya.
Partisipasi ini sekaligus menjadi motivasi besar bagi komunitas pelari di Kutim untuk terus berkembang dan memperkenalkan potensi daerah melalui olahraga berbasis alam dan petualangan.


