Banner ADV

Kasus Oknum Guru Diduga Lecehkan Murid, DPRD Berau Minta Disdik Tangani Secara Cepat dan Transparan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Kasus Oknum Guru Diduga Lecehkan Murid, DPRD Berau Minta Disdik Tangani Secara Cepat dan Transparan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Kasus Oknum Guru Diduga Lecehkan Murid, DPRD Berau Minta Disdik Tangani Secara Cepat dan Transparan 

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB - Kabar memilukan kembali mengguncang dunia pendidikan di Kabupaten Berau. Seorang oknum guru diduga melakukan tindakan asusila terhadap muridnya sendiri, memicu kemarahan publik sekaligus rasa kecewa mendalam dari para wakil rakyat di Bumi Batiwakkal.

Kasus ini bukan hanya mencoreng nama baik institusi pendidikan, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap sosok guru yang selama ini dianggap sebagai panutan dan pelindung bagi anak-anak di lingkungan sekolah.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, angkat bicara dengan nada tegas. Ia menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius yang tidak hanya melukai korban, tetapi juga merusak marwah dunia pendidikan secara keseluruhan.

“Guru itu seharusnya menjadi contoh, membimbing dan melindungi murid. Kalau justru menyalahgunakan kepercayaan seperti ini, tentu sangat kami sesalkan dan tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pendidikan untuk tidak bersikap pasif. Menurutnya, penanganan kasus seperti ini harus dilakukan secara cepat, transparan, dan berpihak pada korban.

Lebih lanjut, Dedy juga meminta aparat penegak hukum turun tangan secara maksimal agar proses hukum berjalan tegas tanpa kompromi. Ia menekankan bahwa pelaku harus mendapatkan hukuman setimpal sebagai bentuk keadilan bagi korban sekaligus efek jera.

“Jangan menunggu laporan berkembang atau tekanan publik semakin besar. Disdik harus proaktif, segera lakukan evaluasi dan pastikan lingkungan sekolah aman bagi anak-anak,” tambahnya.

Selain penindakan hukum, DPRD Berau juga mendorong adanya langkah preventif yang lebih serius. Mulai dari penguatan pengawasan di sekolah, peningkatan pembinaan terhadap tenaga pendidik, hingga penyediaan mekanisme pengaduan yang aman dan mudah diakses oleh siswa.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa perlindungan terhadap anak di lingkungan pendidikan tidak boleh dianggap remeh. DPRD Berau berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, serta meminta semua pihak, baik sekolah, orang tua, maupun pemerintah bersinergi menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. (Adv)