Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin
NUNUKAN — Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan melalui Bidang Perdagangan mulai melakukan pengawasan terhadap pelaku usaha tol laut yang beroperasi di wilayah perbatasan.
Kepala Bidang Perdagangan DKUKMPP Nunukan, R Dior Frames, mengatakan bahwa pengawasan ini menyasar para pelaku usaha yang terdaftar sebagai kontainer tol laut atau consignee yang selama ini berperan sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam mendistribusikan bahan pokok dan barang penting lainnya dari Surabaya dan Makassar ke Nunukan.
Menurut Dior, kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting, mengingat pengawasan serupa baru pertama kali dilakukan sejak program tol laut berjalan di Nunukan sekitar lima tahun terakhir. “Pengawasan ini penting untuk memastikan distribusi barang berjalan optimal, harga tetap stabil, serta ketersediaan bahan pokok di wilayah perbatasan tetap terjaga,” ujar Dior.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah aspek yang menjadi fokus utama dalam pengawasan tersebut, di antaranya ketersediaan stok barang di gudang, kesesuaian harga jual di tingkat pelaku usaha dengan data yang tercantum dalam sistem tol laut, serta kelengkapan perizinan usaha, termasuk izin gudang dan dokumen pendukung lainnya.
Selain memastikan kepatuhan pelaku usaha, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperbarui data distribusi dan stok barang dalam sistem tol laut. Dengan demikian, pemerintah dapat memantau kondisi riil di lapangan secara lebih akurat dan responsif terhadap potensi gangguan distribusi.
Dalam pelaksanaannya, DKUKMPP Nunukan tidak hanya berfokus pada aspek pengawasan, tetapi juga mengedepankan pendekatan pembinaan kepada pelaku usaha. Dior menegaskan bahwa setiap temuan ketidaksesuaian akan ditindaklanjuti secara bertahap melalui sosialisasi.
“Pembinaan dilakukan maksimal tiga kali. Apabila pelaku usaha masih tidak mematuhi ketentuan, maka akan diberikan sanksi tertulis sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegasnya.
Ia berharap melalui kegiatan ini, pelaksanaan program tol laut di Kabupaten Nunukan dapat berjalan lebih tertib, transparan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah perbatasan.


