Banner ADV

DPRD Berau Minta Jaringan Tersebar, Tak Hanya di Satu Titik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Anggota Komisi lll DPRD Berau, Saga. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Anggota Komisi lll DPRD Berau, Saga. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Berau Minta Jaringan Tersebar, Tak Hanya di Satu Titik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Anggota Komisi lll DPRD Berau, Saga. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Anggota Komisi lll DPRD Berau, Saga. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Berau Minta Jaringan Tersebar, Tak Hanya di Satu Titik

Anggota Komisi lll DPRD Berau, Saga. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB - Upaya memperkuat sektor pariwisata di Kabupaten Berau kembali mendapat sorotan dari DPRD.

Kali ini, perhatian tidak hanya tertuju pada pengembangan destinasi, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur digital yang dinilai masih belum merata di sejumlah kawasan wisata.

Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga menilai peningkatan kualitas jaringan telekomunikasi harus menjadi prioritas yang dijalankan secara menyeluruh.

Ia mengingatkan agar penguatan jaringan tidak hanya difokuskan di Pulau Derawan, tetapi juga menjangkau destinasi lain yang mulai berkembang dan membutuhkan dukungan konektivitas.

Menurutnya, langkah Telkom Indonesia dalam menambah kapasitas bandwidth di Derawan patut diapresiasi.

Namun, ia menegaskan upaya tersebut belum cukup untuk menjawab kebutuhan pariwisata Berau secara keseluruhan.

“Derawan memang sudah mulai diperkuat, tapi kawasan lain seperti Maratua dan destinasi wisata sekitarnya juga harus segera mendapat perhatian yang sama,” ujarnya.

Saga menjelaskan, perkembangan pariwisata saat ini tidak bisa dipisahkan dari kualitas jaringan internet.

Wisatawan, kata dia, sangat bergantung pada koneksi yang stabil, baik untuk kebutuhan komunikasi, akses informasi, hingga berbagi pengalaman selama berkunjung.

Jika kondisi jaringan masih terbatas, maka ini dikhawatirkan dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan dan berdampak pada citra destinasi itu sendiri.

Untuk itu, ia mendorong adanya langkah konkret dan berkelanjutan untuk memperluas jangkauan jaringan, termasuk hingga ke wilayah penyangga dan permukiman warga.

“Jangan sampai pembangunan infrastruktur digital hanya terpusat di satu titik. Pemerataan itu penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas, sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata yang lebih merata,” tutupnya. (Adv)