Perda Ketenagakerjaan Kaltara Perkuat Porsi Tenaga Kerja Lokal hingga 80 Persen

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Syamsuddin Arfah. (Foto: DPRD Kaltara)
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Syamsuddin Arfah. (Foto: DPRD Kaltara)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Perda Ketenagakerjaan Kaltara Perkuat Porsi Tenaga Kerja Lokal hingga 80 Persen

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Syamsuddin Arfah. (Foto: DPRD Kaltara)
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Syamsuddin Arfah. (Foto: DPRD Kaltara)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Perda Ketenagakerjaan Kaltara Perkuat Porsi Tenaga Kerja Lokal hingga 80 Persen 

Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Syamsuddin Arfah. (Foto: DPRD Kaltara)

TARAKAN – Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Syamsuddin Arfah, menegaskan komitmen DPRD dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan.

Hal tersebut disampaikannya dalam dialog interaktif May Day Kahutindo Expo 2026 di Tarakan, yang turut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan di sektor ketenagakerjaan.

Menurut Syamsuddin Arfah, perda tersebut merupakan langkah konkret DPRD setelah melalui proses pembahasan panjang bersama berbagai pihak, termasuk koordinasi hingga tingkat kementerian.

Ia menjelaskan, salah satu poin utama dalam regulasi tersebut adalah dorongan kepada perusahaan yang berinvestasi di Kalimantan Utara untuk mengakomodir minimal 80 persen tenaga kerja lokal.

“Kebijakan ini diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal menjadi bagian penting dalam memastikan manfaat investasi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Kami ingin investasi yang masuk tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga memberikan ruang yang besar bagi tenaga kerja lokal untuk terlibat dan berkembang,” tambahnya. (Adv)