Terancam Longsor Sejak 2022, Lansia di Balikpapan Tengah Bertahan dengan Siring Nyaris Roboh

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Marselina Rongre berada di depan siringan rumahnya yang nyaris roboh, Senin (4/5/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Marselina Rongre berada di depan siringan rumahnya yang nyaris roboh, Senin (4/5/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Terancam Longsor Sejak 2022, Lansia di Balikpapan Tengah Bertahan dengan Siring Nyaris Roboh

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Marselina Rongre berada di depan siringan rumahnya yang nyaris roboh, Senin (4/5/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Marselina Rongre berada di depan siringan rumahnya yang nyaris roboh, Senin (4/5/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Terancam Longsor Sejak 2022, Lansia di Balikpapan Tengah Bertahan dengan Siring Nyaris Roboh

Marselina Rongre berada di depan siringan rumahnya yang nyaris roboh, Senin (4/5/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Marselina Rongre (75), wanita lanjut usia (Lansia) hidup dalam kekhawatiran karena rumahnya yang berada di RT 22 Nomor 21, Kelurahan Karang Rejo Kecamatan Balikpapan Tengah itu terancam longsor akibat kondisi tanah yang terus mengalami pergeseran.

Saat dikunjungi di kediamannya di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di sebuah gang kecil di samping minimarket berwarna hijau, akses menuju rumah Marselina harus ditempuh sekitar 500 meter dari jalan utama. Lokasinya berada di tengah permukiman padat penduduk.

Di bagian depan rumah, terlihat siring atau penahan tanah yang kondisinya nyaris roboh. Selain itu, terdapat rongga jalan yang sebelumnya berlubang dan kini telah ditutup dengan semen baru. Ini mengindikasikan telah terjadi pergeseran tanah di area tersebut.

Marselina Rongre mengungkapkan, kerusakan mulai terjadi sejak 2022 akibat curah hujan yang tinggi. Seiring berjalannya waktu, kondisi tersebut kian memburuk. "Awalnya terjadi 2022, sekarang setiap tahun makin parah. Sampai kemarin ada lubang di situ, saya timbun sendiri pakai semen. Di bawahnya sudah kosong karena longsor," ucapnya, Senin (4/5/2026).

Kondisi ini tidak hanya mengkhawatirkan dirinya, tetapi juga warga sekitar. Sebabnya, jalan di depan rumah Marselina merupakan akses umum yang digunakan oleh warga, termasuk menuju enam rumah yang berada di bagian atas.

Ia bahkan mengaku mendapat tekanan dari sejumlah warga terkait kondisi tersebut. Marselina diminta bertanggung jawab apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. "Tetangga-tetangga sudah sering menegur, bilang depan rumah itu tidak diurus," katanya.

Menurut Marselina, dirinya telah berupaya melaporkan kondisi tersebut kepada pihak RT dan kelurahan. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang signifikan. "Pak RT sudah ajukan permohonan, saya juga pernah ke kelurahan. Tapi belum ada respons sampai sekarang," tuturnya.

Ia juga menyayangkan karena laporan lain di wilayah tersebut justru lebih dahulu ditangani, sementara kondisi di rumahnya belum mendapat perhatian. Di lingkungan sekitar, terlihat adanya pembangunan semenisasi jalan di bagian atas rumahnya.

Sementara di sisi lain, terdapat penanganan longsor yang tampak baru saja diperbaiki. Dugaan salah satu alasan belum ditanganinya kondisi di rumahnya karena status lahan yang dianggap milik pribadi. 

Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut tetap membahayakan karena berada di jalur akses warga. Di bagian belakang rumahnya juga terdapat siring beton yang sebelumnya pernah diperbaiki oleh pihak kelurahan pada masa lurah terdahulu.

Dengan kondisi yang semakin memburuk, Marselina berharap adanya bantuan dari pemerintah setempat untuk menangani ancaman longsor yang dapat membahayakan keselamatan dirinya dan warga sekitar.

"Saya harapkan hanya bantuan dari kelurahan karena kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan. Kalau sampai longsor dari atas, bisa habis rumah ini," pungkasnya.