Reporter : Herdiansyah l Editor : Buniyamin
SAMARINDA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Gratispol yang menyasar berbagai sektor strategis.
Program ini dinilai memberikan dampak nyata, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga penguatan fasilitas di tingkat desa.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Kaltim, Dasmiah mengungkapkan, capaian program tersebut cukup signifikan.
Di sektor pendidikan, sebanyak 24.847 mahasiswa telah menikmati fasilitas kuliah gratis, sementara 63.714 siswa menerima bantuan seragam sekolah.
“Program ini dirancang untuk meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan akses pendidikan tetap terbuka luas bagi semua kalangan,” jelasnya.
Selain itu, di bidang kesehatan, tercatat sebanyak 141.226 warga telah memperoleh layanan kesehatan gratis.
"Upaya ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menjamin pelayanan dasar yang merata dan terjangkau bagi masyarakat," sambungnya.
Sementara di sektor infrastruktur digital, sebanyak 802 desa kini telah menikmati akses internet gratis.
Kehadiran layanan ini diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan desa, termasuk membuka akses informasi dan peluang ekonomi baru.
Menurutnya, program Gratispol menyentuh aspek sosial dan keagamaan. Sebanyak 877 penjaga rumah ibadah telah difasilitasi untuk menjalankan ibadah umroh maupun perjalanan religi lainnya.
Selain itu, 208 rumah warga turut menerima bantuan administrasi hunian sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Pemprov Kaltim menegaskan seluruh rangkaian program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan kebijakan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Gratispol bukan sekadar program, tetapi wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” tutup Dasmiah. (Adv)



