Banner ADV

Retribusi Pintu Masuk Lang-Lang Belum Berlaku, DPRD Bontang Soroti Potensi PAD yang “Bocor”

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, H Rustam. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, H Rustam. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Retribusi Pintu Masuk Lang-Lang Belum Berlaku, DPRD Bontang Soroti Potensi PAD yang “Bocor”

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, H Rustam. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, H Rustam. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Retribusi Pintu Masuk Lang-Lang Belum Berlaku, DPRD Bontang Soroti Potensi PAD yang “Bocor”

Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, H Rustam. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Buniyamin

BONTANG – Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi di Lapangan Bessai Berinta atau yang dikenal sebagai Lang-Lang kembali menjadi sorotan. Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, H. Rustam, menilai optimalisasi pendapatan dari kawasan tersebut belum berjalan maksimal, khususnya pada retribusi pintu masuk.

Ia menegaskan, pemerintah daerah harus lebih serius menggali potensi PAD dari berbagai sektor, termasuk ruang publik yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi seperti Lapangan Bessai Berinta.

“Jangan sampai ada pundi-pundi PAD yang lepas begitu saja,” tegas Rustam, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, meski kawasan tersebut ramai dimanfaatkan masyarakat dan pelaku usaha, belum semua potensi retribusi dimaksimalkan. Salah satunya adalah belum diterapkannya pungutan retribusi bagi pengunjung yang masuk ke area tersebut.

Hal ini turut dibenarkan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang, Natalia Trisnawati. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan Lapangan Bessai Berinta berada di bawah Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar).

Natalia menyebut, untuk retribusi lapak pedagang sebenarnya sudah berjalan dan memberikan kontribusi terhadap PAD. Namun, untuk retribusi pintu masuk memang belum diberlakukan hingga saat ini.

“Kaitannya dengan Lapangan Bessai Berinta atau Lang-Lang ini dikelola oleh Dispopar. Untuk retribusi lapak-lapaknya sudah dimanfaatkan dan penarikannya berjalan,” jelasnya.

“Cuma mungkin untuk pintu masuknya yang belum dikenakan biaya retribusi,” tambahnya.

Berdasarkan data Triwulan I, realisasi retribusi yang dikelola Dispopar baru mencapai Rp92,4 juta dari target sebesar Rp162,6 juta. Capaian tersebut menunjukkan masih adanya celah optimalisasi yang bisa dimaksimalkan oleh pemerintah daerah.

Kondisi ini memperkuat dorongan DPRD agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan retribusi, termasuk mempertimbangkan penerapan retribusi pintu masuk di kawasan strategis seperti Lang-Lang.

Dengan potensi kunjungan masyarakat yang tinggi, penerapan retribusi dinilai dapat menjadi salah satu langkah efektif untuk mendongkrak PAD, sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan fasilitas publik di Kota Bontang. (Adv)