Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan
NUNUKAN - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) terus melanjutkan tahapan seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Tahun 2026. Dari total 138 peserta yang mengikuti seleksi, puluhan di antaranya merupakan pelajar yang berasal dari wilayah perbatasan dan pedalaman.
Kegiatan seleksi yang dipusatkan di Mess BKPSDM Kabupaten Nunukan ini berlangsung sejak 3 hingga 10 Mei 2026. Proses seleksi menjadi momentum penting bagi pelajar dari wilayah perbatasan untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam mengikuti tahapan penjaringan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat kabupaten.
Kepala Bidang Penguatan Ideologi Pancasila dan Karakter Kebangsaan Kesbangpol Nunukan, Emiliana Nata Koten, menjelaskan bahwa seleksi Capaska tahun ini secara khusus mengakomodasi peserta dari luar Pulau Nunukan, termasuk wilayah perbatasan yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
“Peserta dari luar pulau sebanyak 59 orang berasal dari berbagai kecamatan, seperti Sebatik, Sebuku, Sembakung, Sembakung Atulai, Lumbis, Sei Menggaris, Krayan, hingga Krayan Selatan. Ini menunjukkan bahwa pelajar di wilayah perbatasan memiliki semangat yang tinggi untuk berpartisipasi,” ujarnya.
Menurut Emiliana, pelaksanaan seleksi dibagi dalam dua tahapan, yakni untuk peserta di Pulau Nunukan dan peserta dari luar pulau. Pembagian ini dilakukan untuk memastikan seluruh peserta, termasuk dari daerah perbatasan, dapat mengikuti proses seleksi secara optimal.
“Untuk peserta dari wilayah perbatasan dan pedalaman, kami jadwalkan seleksi secara khusus agar mereka tetap mendapatkan kesempatan yang sama. Ini bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaring talenta terbaik tanpa memandang wilayah,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebelum mengikuti tahapan lanjutan, para peserta telah menjalani tes kesehatan dan parade pada April lalu sebagai seleksi awal. Tahapan tersebut bertujuan untuk mengukur kesiapan fisik, postur tubuh serta kondisi kesehatan peserta.
Selanjutnya, para peserta mengikuti psikotes guna mengukur kesiapan mental, kepribadian, serta daya konsentrasi yang menjadi aspek penting dalam menjalankan tugas sebagai anggota Paskibraka. Setelah itu, peserta akan melanjutkan ke tahapan Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang menguji kedisiplinan dan kekompakan.
Keterlibatan pelajar dari wilayah perbatasan dinilai menjadi nilai strategis dalam pelaksanaan seleksi Capaska tahun ini. Selain memberikan ruang yang setara, hal ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat rasa nasionalisme dan karakter kebangsaan di daerah terluar Indonesia.
Kesbangpol memastikan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara terbuka, objektif, dan profesional dengan melibatkan tim seleksi lintas instansi, seperti unsur TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Dispora, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
“Sinergi lintas instansi ini menjadi kekuatan utama dalam memastikan setiap tahapan berjalan maksimal dan menghasilkan calon anggota Paskibraka yang berkualitas,” tegas Emiliana.
Pemkab Nunukan berharap, melalui proses seleksi yang ketat dan inklusif ini, akan lahir putra-putri terbaik daerah, termasuk dari wilayah perbatasan, yang tidak hanya memiliki kemampuan fisik prima, tetapi juga berkarakter, disiplin, serta memiliki semangat nasionalisme yang kuat.
Para peserta yang terpilih nantinya akan mengemban tugas sebagai anggota Paskibra pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, sekaligus menjadi representasi generasi muda Nunukan yang siap mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.


