Pertamina Setujui SPBU 24 Jam di Balikpapan, Distribusi Solar Tunggu Kuota BPH Migas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sales Area Manager Retail Kaltimut Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama Aulia Fahjri. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Sales Area Manager Retail Kaltimut Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama Aulia Fahjri. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pertamina Setujui SPBU 24 Jam di Balikpapan, Distribusi Solar Tunggu Kuota BPH Migas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sales Area Manager Retail Kaltimut Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama Aulia Fahjri. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Sales Area Manager Retail Kaltimut Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama Aulia Fahjri. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pertamina Setujui SPBU 24 Jam di Balikpapan, Distribusi Solar Tunggu Kuota BPH Migas 

Sales Area Manager Retail Kaltimut Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama Aulia Fahjri. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan kesiapan untuk menindaklanjuti sebagian tuntutan massa aksi terkait distribusi BBM subsidi jenis solar di Balikpapan, termasuk rencana pembukaan layanan SPBU selama 24 jam di titik tertentu.

Ini disampaikan Sales Area Manager Retail Kaltimut Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama Aulia Fahjri saat menghadiri dialog bersama DPRD Balikpapan, mahasiswa PMII, dan perwakilan sopir truk, Senin (4/5/2026).

Di hadapan peserta aksi, Narotama Aulia Fahjri menegaskan bahwa Pertamina sebagai badan usaha yang mendapat penugasan penyaluran BBM subsidi pada prinsipnya mendukung aspirasi yang disampaikan, meski tidak semua tuntutan dapat langsung dipenuhi karena sebagian berada di ranah regulator.

"Memang ada beberapa tuntutan yang bisa kami langsung setujui dan ada juga yang harus dikoordinasikan dengan regulator, dalam hal ini BPH Migas," ucap Tama, sapaannya.

Ia menyebut, salah satu tuntutan yang dapat segera direalisasikan adalah pembukaan layanan SPBU selama 24 jam di titik strategis. Pernyataan tersebut langsung disambut sorak sorai massa aksi.

"Untuk pembukaan SPBU 24 jam, Insya Allah kami bisa langsung laksanakan. Nanti kita bicarakan titik-titik strategisnya bersama perwakilan sopir dan mahasiswa," ucapnya.

Selain itu, Pertamina juga menyatakan kesiapan untuk mendampingi perwakilan massa aksi yang direncanakan berangkat ke Jakarta guna bertemu BPH Migas.

"Untuk mendampingi perwakilan ke Jakarta, Insya Allah kami siap. Besok kita bisa langsung berangkat," katanya.

Namun demikian, Tama menegaskan bahwa terkait tuntutan pembukaan SPBU baru atau penambahan titik distribusi solar subsidi, pihaknya tidak dapat memutuskan secara sepihak karena bergantung pada kuota yang ditetapkan pemerintah melalui BPH Migas.

"Pertamina hanya menyalurkan kepada SPBU yang memiliki kuota. Penetapan kuota itu adalah ranah regulator. Jadi untuk penambahan SPBU baru, harus melalui koordinasi dan persetujuan dari BPH Migas," jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Tama juga mengungkapkan bahwa kuota biosolar untuk Kota Balikpapan saat ini berada di kisaran 20.000 kiloliter (KL) per tahun.

Sementara itu, distribusi di lapangan saat ini masih terpusat pada dua SPBU yang memiliki kuota solar subsidi, dengan rata-rata penyaluran sekitar 40 ton di satu SPBU dan 24 ton di SPBU lainnya per hari.

"Dua SPBU inilah yang saat ini memiliki kuota dan akan kita buka layanan 24 jam. Untuk SPBU lain yang belum memiliki kuota, secara regulasi kami belum bisa menyalurkan," tegasnya.

Ia menambahkan, rencana operasional 24 jam di dua SPBU tersebut dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat, bahkan memungkinkan dimulai pada hari yang sama atau keesokan harinya.

"Untuk pembukaan 24 jam ini bisa kita lakukan hari ini atau paling lambat besok sudah berjalan," ungkapnya.

Terkait tuntutan penambahan distribusi di SPBU lain, Tama menegaskan bahwa hal tersebut tetap memungkinkan, namun harus diawali dengan usulan dari pemerintah daerah kepada BPH Migas.

"Nanti pemerintah daerah mengusulkan ke BPH Migas. Setelah kuota disetujui, kami pasti langsung menyalurkan BBM ke SPBU yang dimaksud," katanya.

Ia memastikan bahwa Pertamina Patra Niaga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan regulator guna mencari solusi atas persoalan antrean solar yang dikeluhkan masyarakat Balikpapan.