Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan
PENAJAM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meningkatkan pemantau kondisi wilayah untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Karena, saat ini curah hujan di wilayah Benuo Taka mulai mengalami penurunan.
“Saat ini sudah masuk transisi antara musim hujan dengan kemarau. Jadi, kami intens melakukan pemantauan di setiap kecamatan,” kata Kepala BPBD PPU, Nurlaila, Senin (4/5/2026).
Nurlaila mengungkapkan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kemarau 2026 lebih panjang dan kering. BPBD terus melakukan perkembangan kondisi lapangan untuk mengantisipasi terjadinya bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.
“Kita terus pantau kondisi lapangan, kalau tedapat tanda-tanda rawan terjadi karhutla dan kekeringan, maka kita sudah menyiapkan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan,” terangnya.
Untuk menghadapi musim kemarau 2026, kata Nurlaila, BPBD PPU terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan/desa hingga TNI dan Polri.
“Pihak TNI dan Polri juga saat ini mulai intes patroli dan melakukan imbauan ke masyarat agar tidak melakukan pembakaran lahan,” pungkasnya.


