Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy memastikan situasi keamanan dan ketertiban selama aksi unjuk rasa gabungan sopir truk dan mahasiswa berlangsung kondusif meski sempat terjadi kepadatan lalu lintas, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, kepadatan arus kendaraan sempat terjadi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di sekitar Kantor Wali Kota dan DPRD Balikpapan, akibat banyaknya armada truk yang terlibat dalam aksi.
"Awalnya jalur kiri dan kanan masih bisa dilalui, namun karena jumlah armada cukup banyak, kami melakukan rekayasa lalu lintas dan sempat dilakukan penutupan sekitar dua jam. Sekarang kondisi sudah kembali normal," ucap Kombes Pol Jerrold.
Menurutnya, kepolisian telah mengalihkan arus kendaraan ke jalur alternatif guna meminimalisasi gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
"Memang ada kepadatan, sehingga kami lakukan rekayasa lalu lintas. Harapannya masyarakat bisa menggunakan jalur lain agar aktivitas tetap berjalan," jelasnya.
Ia menambahkan, titik kemacetan hanya terpusat di sekitar lokasi aksi dan saat ini telah terurai.
Namun, Kombes Pol Jerrold mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati karena adanya pergerakan armada truk yang kembali ke wilayah masing-masing.
"Untuk sementara hanya di sekitar sini dan sudah terurai. Namun kami mohon pengertian masyarakat karena ada kepulangan armada dalam jumlah besar yang berpotensi menimbulkan kepadatan di beberapa jalur," katanya.
Terkait jalannya aksi, Kapolresta memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan lancar. Massa aksi juga telah diterima oleh Ketua DPRD Balikpapan bersama sejumlah anggota dewan, hingga menghasilkan kesepakatan.
"Alhamdulillah kegiatan penyampaian pendapat dan RDP berjalan lancar. Para perwakilan sopir truk dan mahasiswa sudah bertemu dengan DPRD dan ada kesepakatan. Setelah itu massa membubarkan diri dengan tertib," ungkapnya.
Sebagai bentuk pelayanan, pihak kepolisian juga melakukan pengawalan terhadap massa aksi hingga kembali ke wilayah masing-masing, seperti Balikpapan Timur, Selatan, Barat, dan Utara.
"Kami lakukan pengawalan sampai mereka kembali ke tempat masing-masing. Ini bagian dari pelayanan kami agar kegiatan berjalan aman," tambahnya.
Terkait isu adanya keributan atau dugaan tindakan represif, Kombes Pol Jerrold menegaskan tidak ada tindakan pemukulan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.
"Isu keributan itu sudah kami klarifikasi. Tidak ada pemukulan dari petugas. Ini hanya kesalahpahaman di lapangan saat penyampaian imbauan," tegasnya.
Ia menyebut telah berkomunikasi langsung dengan perwakilan massa aksi dan persoalan tersebut telah diselesaikan secara baik.
"Kami sudah berdiskusi dengan pihak yang dituakan, sudah ada permohonan maaf dan semuanya sudah clear. Mereka juga memahami situasi di lapangan," jelasnya.
Kapolresta juga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas jika ditemukan pelanggaran oleh anggota di lapangan.
"Kalaupun memang ada pelanggaran, silakan laporkan. Saya siap menindak tegas anggota yang terbukti melakukan pelanggaran," pungkasnya.


