Gerakan Hijau TNI di Berau, Ribuan Pohon Ditanam Demi Pulihkan Ekosistem

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Aksi penanaman pohon serentak Kodam VI/Mulawarman di Kampung Sei Bebanir Bangun. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Aksi penanaman pohon serentak Kodam VI/Mulawarman di Kampung Sei Bebanir Bangun. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Gerakan Hijau TNI di Berau, Ribuan Pohon Ditanam Demi Pulihkan Ekosistem

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Aksi penanaman pohon serentak Kodam VI/Mulawarman di Kampung Sei Bebanir Bangun. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Aksi penanaman pohon serentak Kodam VI/Mulawarman di Kampung Sei Bebanir Bangun. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Gerakan Hijau TNI di Berau, Ribuan Pohon Ditanam Demi Pulihkan Ekosistem

Aksi penanaman pohon serentak Kodam VI/Mulawarman di Kampung Sei Bebanir Bangun. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus digencarkan di Kalimantan. Di Kabupaten Berau, aksi penghijauan yang digagas jajaran TNI menjadi bukti bahwa pemulihan alam kini dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan, bukan sekadar seremonial.

Berlokasi di Kampung Sei Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung, ribuan bibit pohon ditanam dalam satu rangkaian kegiatan besar yang melibatkan berbagai unsur. Sekitar 2.000 pohon ditanam di wilayah ini sebagai bagian dari gerakan penanaman massal yang dilaksanakan serentak di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Program bertajuk “TNI Menyatu dengan Alam” ini menjadi bagian dari target ambisius penanaman satu juta pohon di wilayah Kodam VI/Mulawarman. Tidak hanya fokus pada jumlah, gerakan ini juga menitikberatkan pada dampak jangka panjang, khususnya dalam memulihkan lahan kritis dan kawasan bekas tambang.

Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai langkah nyata dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Menurutnya, peran TNI tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga ikut bertanggung jawab terhadap keberlangsungan alam.

“Ini bukan sekadar simbolis. Kita ingin memastikan lingkungan yang rusak bisa kembali produktif dan memberi manfaat,” ujarnya.

Kegiatan ini bahkan mencatatkan prestasi nasional dengan pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk penanaman pohon terbanyak secara serentak. Tidak berhenti di situ, rangkaian kegiatan juga mencakup pelepasliaran ribuan satwa serta penebaran puluhan ribu benih ikan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem.

Di tingkat daerah, Komandan Kodim 0902/Berau, Letkol Inf Muhammad Faisal Idris, menyebut Berau memiliki peran penting dalam gerakan ini. Ia menjelaskan bahwa jumlah pohon yang ditanam disesuaikan dengan kondisi lahan, namun tetap menjadi bagian dari target besar yang telah ditetapkan.

Jenis pohon yang ditanam pun beragam, mulai dari ulin hingga tanaman keras dan buah-buahan. Selain berfungsi menjaga lingkungan, tanaman tersebut juga diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.

“Wilayah yang membutuhkan penghijauan akan terus kami dorong. Ini komitmen kami untuk mendukung program pemerintah, termasuk di sektor lingkungan dan ketahanan pangan,” jelasnya.

Ke depan, program penghijauan ini tidak akan berhenti pada satu kegiatan saja. Penanaman pohon direncanakan berlangsung sepanjang tahun dengan menyasar lokasi-lokasi yang dinilai membutuhkan pemulihan lingkungan secara serius.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa upaya menjaga alam kini semakin terintegrasi, melibatkan banyak pihak, dan diarahkan untuk memberi manfaat nyata bagi generasi mendatang.