Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA - Pedagang Terdampak kebakaran di Pasar Segiri sudah bisa menempati tempat baru.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan pembangunan darurat Pasar Segiri pascakebakaran telah rampung dikerjakan.
Fasilitas pasar kini siap diserahkan kepada Dinas Perdagangan untuk segera dimanfaatkan para pedagang.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Samarinda, Andriyani Hanina menyebut seluruh pekerjaan fisik telah selesai sesuai dengan yang direncanakan.
“Secara RAB sudah selesai. Untuk kelistrikan memang tidak ada, karena pedagang masih menggunakan sambungan masing-masing,” jelas Andriyana.
Ia mengatakan pembangunan yang dilakukan oleh PUPR mencakup struktur utama pasar, seperti tiang, atap, sekat, serta lantai.
Proses pengerjaan sempat memakan waktu lebih lama karena harus diawali dengan pembersihan sisa material kebakaran.
“Lantai juga kita cor, sebelumnya dilakukan penimbunan dan pembersihan karena masih banyak sisa kebakaran,” paparnya.
Total anggaran yang digelontorkan untuk penanganan darurat ini mencapai sekitar Rp1,1 miliar. Sementara untuk fasilitas lapak, pedagang nantinya akan melengkapi secara mandiri, termasuk penyediaan meja dagangan.
Setelah rampung, fasilitas pasar tersebut akan segera diserahkan kepada Dinas Perdagangan untuk dikelola dan dimanfaatkan oleh para pedagang terdampak kebakaran.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan, pembangunan ini merupakan langkah penanganan darurat agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terhenti pascakebakaran.
Ia berharap ke depan Pasar Segiri dapat ditata lebih baik, menjadi pasar yang bersih, tidak kumuh, serta memiliki tata ruang yang lebih tertib dan proporsional.
“Ini penanganan darurat. Sambil kita menunggu rehabilitasi yang lebih optimal dan menyeluruh,” singkat Andi Harun.


