Banner ADV

Minim Dokter di Puskesmas Induk, Elita Herlina Minta Segera Dibenahi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ketua komisi l DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Ketua komisi l DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Minim Dokter di Puskesmas Induk, Elita Herlina Minta Segera Dibenahi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ketua komisi l DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Ketua komisi l DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Minim Dokter di Puskesmas Induk, Elita Herlina Minta Segera Dibenahi

Ketua komisi l DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB - Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina menyoroti masih minimnya tenaga dokter di sejumlah puskesmas induk, terutama yang berada di kampung-kampung. 

Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan karena puskesmas induk seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurut Elita, berdasarkan rekomendasi DPRD, setiap puskesmas induk wajib memiliki tenaga dokter.

Ini berbeda dengan puskesmas pembantu (pustu) yang memang tidak selalu dilengkapi dokter. 

“Puskesmas induk itu harus ada dokter. Itu standar pelayanan dasar yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Ia menilai keberadaan dokter sangat penting untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan maksimal, terlebih bagi masyarakat di wilayah terpencil yang sangat bergantung pada fasilitas tersebut.

Selain kekurangan tenaga medis, Elita juga menanggapi adanya keluhan masyarakat terkait sikap tenaga kesehatan (nakes) yang dinilai kurang ramah dalam memberikan pelayanan.

Ia menekankan aspek pelayanan tidak hanya soal pengobatan, tetapi juga menyangkut pendekatan kemanusiaan.

“Pelayanan kesehatan itu berkaitan dengan nyawa, orang yang sakit itu butuh perhatian lebih. Dengan pelayanan yang ramah saja, itu bisa membantu mengurangi rasa sakit mereka,” ujarnya.

Elita berharap seluruh tenaga kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam hal komunikasi dan empati terhadap pasien.

Menurutnya, pelayanan yang baik merupakan bagian dari layanan dasar yang wajib dipenuhi.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti kondisi pelayanan kesehatan di wilayah Kelay.

Puskesmas induk di Long Beliu, kata dia, memiliki cakupan pelayanan yang luas hingga ke beberapa kampung seperti Long Duhung, Long Suluy, Long Lamcin, hingga Long Pelay.

Meski demikian, ia mengakui bahwa sebelumnya akses menuju wilayah tersebut cukup sulit, terutama saat belum adanya jembatan. 

“Dulu aksesnya cukup berat, kendaraan harus menyeberang sungai dan saat banjir tidak bisa dilalui,” ungkapnya.

Namun, dengan dibangunnya dua jembatan di kawasan tersebut, akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan mulai membaik.

Elita pun mendorong agar peningkatan infrastruktur ini diikuti dengan pemenuhan tenaga medis dan tenaga teknis lainnya.

“Infrastruktur sudah mulai mendukung, sekarang tinggal melengkapi tenaga medisnya. Jangan sampai fasilitas ada, tapi tenaga kesehatan tidak memadai,” tandasnya. (Adv)