Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin
SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, mengapresiasi capaian 355 taruna-taruni SMK Negeri 2 Sangatta Utara yang dinilai mampu bersaing di tingkat nasional.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri prosesi pelepasan siswa Angkatan IX dan X, Selasa (5/5/2026).
Mahyunadi menyebut kelulusan ratusan siswa bukan sekadar angka, melainkan cerminan kualitas pendidikan vokasi yang terus menunjukkan daya saing.
“Sebanyak 355 siswa dinyatakan lulus dan ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti nyata kualitas lulusan kita yang mampu berbicara di tingkat nasional,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sejumlah siswa telah diterima di berbagai perguruan tinggi negeri serta meraih prestasi membanggakan, termasuk memenangkan kompetisi nasional dengan hadiah utama satu unit mobil.
Namun di balik capaian tersebut, Mahyunadi juga menyoroti kondisi fisik sekolah yang mulai mengalami degradasi.
Ia mengungkapkan adanya kerusakan pada sejumlah bangunan, seperti dinding retak hingga penurunan kualitas fondasi.
Menurutnya, kondisi ini perlu segera ditangani karena berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan kegiatan belajar mengajar.
“Ada beberapa bangunan yang sudah rapuh dan perlu segera diperbaiki. Ini menjadi perhatian penting agar standar kualitas pendidikan kita tetap terjaga,” tegasnya.
Mahyunadi menilai peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan penyediaan fasilitas yang memadai. Sebab, tanpa dukungan infrastruktur yang layak, potensi siswa dikhawatirkan tidak berkembang optimal.
Ia juga menyinggung persoalan keterbatasan anggaran yang kerap menjadi kendala dalam rehabilitasi sekolah.
Diketahui, kewenangan pengelolaan SMK berada di tingkat pemerintah provinsi, sementara kebutuhan di lapangan bersentuhan langsung dengan pemerintah daerah.
Untuk itu, ia mendorong adanya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam menyusun kebijakan anggaran pendidikan.
“Sinkronisasi diperlukan agar alokasi dana benar-benar menyentuh kebutuhan riil di lapangan, khususnya bagi sekolah kejuruan yang memiliki peran strategis mencetak tenaga kerja siap pakai,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan terhadap fasilitas pendidikan vokasi merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.
“Kita ingin lulusan SMK tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga didukung oleh fasilitas yang layak,” pungkasnya.


