Reporter: Herdiansyah l Editor: Buniyamin
SAMARINDA - Puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda kembali melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Selasa (5/5/2026).
Mereka menyoroti banyak hal seperti program kerja dan isu penggunaan anggaran kepala daerah yang dinilai tidak pro rakyat dan kurang transparan.
Menurut mereka, kepala daerah hanya mementingkan diri dan keluarga hingga orang terdekatnya. Sehingga, PMII meminta agar hal tersebut segera dihentikan karena tidak mengutamakan kesejahteraan rakyat di bawah kepemimpinan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.
"Kita tidak bisa maklumi Gubernur yang tidak bisa kerja. Kalau mau belajar bukan di sini tempatnya," kata orator saat meneriakkan aspirasinya di depan pagar kantor Gubernur Kaltim.
Ketua PKC PMII Kaltim, Muhammad Said Abdillah mengatakan bahwa kehadiran kader PMII di sini bukan untuk menantangi kepolisian ataupun mencari musuh. Melainkan, datang untuk menyampaikan keresahan masyarakat ke kepala daerah.
"Masih banyak adek-adek kita kabupaten belum merasakan program pemerintah yang dikenal dengan nama Gratispol. Makanya hari ini kami kembali turun ke jalan untuk mengingatkan pemerintah perihal tugas dan kewajibannya," jelasnya.
Ia juga menegaskan kalau Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud tidak mampu menjadi seorang pemimpin dipersilakan mundur dari kursi jabatannya.


