Dishub Evaluasi Parkir Teras Samarinda, Usulkan Penutupan Tenant saat Event Besar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu saat diwawancara, Selasa (5/5/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu saat diwawancara, Selasa (5/5/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dishub Evaluasi Parkir Teras Samarinda, Usulkan Penutupan Tenant saat Event Besar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu saat diwawancara, Selasa (5/5/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu saat diwawancara, Selasa (5/5/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dishub Evaluasi Parkir Teras Samarinda, Usulkan Penutupan Tenant saat Event Besar

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu saat diwawancara, Selasa (5/5/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA — Permasalahan parkir di kawasan Teras Samarinda kembali menjadi sorotan setelah kerap menimbulkan kemacetan saat pelaksanaan berbagai event besar. 

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda pun melakukan evaluasi dan memanggil pihak pengelola, Perumda Varia Niaga, guna mencari solusi penataan yang lebih optimal.

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan bahwa pada dua event terakhir, kondisi parkir kendaraan pengunjung meluber hingga ke badan jalan, terutama di kawasan seberang Indomaret Jalan Gajah Mada dan Jalan Ronggolawe.

“Ini tentu mengganggu arus lalu lintas dan perlu segera ditata,” kata Manalu, Selasa (5/5/2026).

Dalam rapat evaluasi bersama Varia Niaga, Dishub memberikan sejumlah opsi penanganan. Salah satunya adalah menutup sementara tenant atau lapak usaha di area parkir. Saat event berskala besar berlangsung, menurutnya lahan tersebut bisa dimaksimalkan untuk menampung kendaraan pengunjung.

Di sisi lain, ia mengakui bahwa keberadaan tenant memang berdampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi dan kunjungan masyarakat. Namun, saat event besar digelar, kebutuhan lahan parkir menjadi prioritas utama.

“Kalau event besar, tenant bisa ditutup sementara agar fokus ke parkir. Karena atensi masyarakat tinggi, sementara kita belum punya banyak alternatif transportasi umum,” jelasnya.

Selain itu, Dishub juga mengusulkan pemasangan pagar pada median jalan untuk mengatur pergerakan penyeberang. 

Selama ini, banyak pengunjung yang menyeberang sembarangan dari titik parkir di pinggir jalan, sehingga memicu hambatan lalu lintas. Padahal, di kawasan tersebut telah tersedia pelican crossing serta rambu penyeberangan jalan. 

Ia juga menyoroti minimnya koordinasi antara penyelenggara event dengan Dishub. Ke depan, setiap kegiatan di kawasan Teras Samarinda diminta untuk lebih dulu berkoordinasi agar pengaturan lalu lintas dan parkir dapat disiapkan sejak awal.

Sebagai solusi tambahan, Dishub mengusulkan pemanfaatan kawasan Pasar Pagi sebagai kantong parkir alternatif. Nantinya, pengunjung maupun panitia event dapat menggunakan shuttle bus menuju lokasi acara, sehingga beban parkir di Teras Samarinda dapat dikurangi.

Lebih penting, ia juga meminta masyarakat agar disiplin memarkirkan kendaraan di lokasi resmi. Pasalnya, parkir di sembarang tempat membuka peluang munculnya juru parkir liar dan pungutan tidak resmi.

Dishub berharap, melalui penataan yang lebih baik dan kerja sama semua pihak, kawasan Teras Samarinda dapat tetap menjadi ruang publik yang nyaman tanpa menimbulkan persoalan lalu lintas.

“Kalau masyarakat tertib parkir, otomatis jukir liar tidak akan ada. Ini bagian dari membangun kota yang tertib dan beradab,” tegasnya.