Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan spesifikasi teknis sebagai upaya meningkatkan kapasitas aparatur dalam pengadaan barang dan jasa yang transparan dan akuntabel.
Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, yang menegaskan bahwa pemahaman terhadap penyusunan HPS dan spesifikasi teknis sangat penting agar proses pengadaan berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Dalam arahannya, ia juga menyoroti masih adanya aparatur yang ragu atau takut dalam menjalankan tugas pengadaan. Menurutnya, hal tersebut justru dapat menghambat pelaksanaan program pemerintah.
“Jangan sampai ada yang menolak melaksanakan lelang. Itu bagian dari tugas yang harus dijalankan. Selama sesuai aturan dan SOP, tidak perlu takut,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembinaan dari pimpinan menjadi kunci untuk membangun kepercayaan diri aparatur. Kepala dinas diminta aktif memberikan arahan kepada jajarannya agar memahami mekanisme pengadaan secara benar.
“Mutasi bukan solusi. Kalau mentalnya tidak siap, dipindahkan ke mana pun akan tetap sama. Yang dibutuhkan adalah pembinaan,” ujarnya.
Melalui kegiatan Bimtek ini, diharapkan seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama dalam menyusun HPS dan spesifikasi teknis, sehingga proses pengadaan bisa berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di sisi lain, Sekda juga mengingatkan kondisi keuangan daerah yang saat ini mengalami penurunan dana transfer dari pusat. Dari sebelumnya sekitar Rp5 triliun, kini menjadi Rp3,3 triliun. Meski demikian, ia memastikan kondisi keuangan Berau masih relatif stabil.
“Alhamdulillah, kita tidak memiliki utang kepada pihak ketiga dan TPP masih dibayarkan penuh. Ini harus kita jaga bersama,” katanya.
Untuk itu, ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera melaksanakan kegiatan prioritas, khususnya yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa.
“Jangan ditunda. Kalau tidak dilaksanakan, anggaran akan dialihkan pada APBD Perubahan untuk kebutuhan yang lebih mendesak,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan tertib administrasi di tengah keterbukaan informasi saat ini. Menurutnya, setiap pejabat dituntut memahami aturan dan tidak menggampangkan prosedur yang ada.
Melalui Bimtek ini, Pemkab Berau berharap seluruh aparatur semakin siap menjalankan tugasnya secara profesional, hati-hati, dan sesuai koridor hukum yang berlaku. (Adv)



