Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin
BONTANG – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika mulai menjadi perhatian di daerah.
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, H Rustam mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan di tengah tekanan ekonomi global yang berdampak hingga ke level lokal.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis Bank Indonesia, nilai rupiah tercatat melemah sekitar 0,32 persen secara harian hingga menyentuh kisaran Rp17.425 per dolar AS. Pelemahan ini dinilai berpotensi memberi efek domino pada berbagai sektor.
“Pergerakan nilai tukar ini tentu berdampak pada sektor ekonomi, perdagangan, hingga industri. Kenaikan nilai tukar tidak baik karena bisa memicu kenaikan harga barang, terutama yang bergantung pada impor,” ujar Rustam, Rabu (6/5/2026).
Ia mengatakan dampak yang paling cepat dirasakan masyarakat adalah naiknya harga kebutuhan pokok dan barang konsumsi yang memiliki keterkaitan dengan bahan baku impor. Selain itu, pelaku usaha di Bontang juga berpotensi menghadapi kenaikan biaya produksi.
Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dianggap sepele meskipun terjadi akibat faktor eksternal seperti ketidakpastian ekonomi global, kebijakan suku bunga Amerika Serikat, serta dinamika geopolitik yang masih berlangsung.
Rustam pun mengingatkan masyarakat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dalam mengatur pengeluaran.
“Kami menghimbau masyarakat agar menggunakan keuangan secara normal, tidak konsumtif, dan mulai memprioritaskan kebutuhan pokok. Ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mendorong pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk lebih adaptif, termasuk dengan memanfaatkan bahan baku lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Di sisi lain, pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat, seperti pengendalian inflasi daerah, operasi pasar, serta penguatan sektor ekonomi lokal.
Dengan kondisi rupiah yang masih berpotensi fluktuatif dalam waktu dekat, Rustam menilai kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ketahanan ekonomi Kota Bontang. (Adv)



