Samarinda Borong Dua Penghargaan, Andi Harun Andalkan Creative Financing dan Kendali Inflasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Samarinda Borong Dua Penghargaan, Andi Harun Andalkan Creative Financing dan Kendali Inflasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Samarinda Borong Dua Penghargaan, Andi Harun Andalkan Creative Financing dan Kendali Inflasi

Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Kota Samarinda menjadi satu-satunya perwakilan Kalimantan Timur (Kaltim) yang meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan di Balikpapan, Selasa (5/5/2026) malam tadi.

Kota Tepian ini berhasil meraih peringkat pertama tingkat kota dalam dua kategori sekaligus, yakni entrepreneur government atau creative financing dan pengendalian inflasi.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengaku capaian tersebut di luar dugaan, tapi menjadi bukti kerja kolektif seluruh elemen pemerintah daerah.

"Kita juga Pemerintah Kota Samarinda kaget, surprise, tapi bahagia karena tidak menyangka sebelumnya mendapat dua kategori penghargaan, creative financing dan pengendalian inflasi," ucap Andi Harun.

Ia mengatakan keberhasilan tersebut bukan hasil kerja individu, melainkan kolaborasi antara pemerintah, Forkopimda, hingga masyarakat.

"Ini bukan kerja satu dua orang, ini kerja kolektif Pemerintah Kota, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat kita sampai pada level pencapaian seperti ini," katanya.

Menurut Andi Harun, kunci keberhasilan terletak pada keseriusan pemerintah dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan persoalan secara tepat sasaran.

"Paling utama adalah bahwa memang indikasi problem-nya kita berusaha untuk pecahkan sehingga sasarannya tepat dan berdampak pada masyarakat," tegasnya.

Di sektor pembiayaan daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melakukan terobosan dengan memperkuat sumber internal, khususnya melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Selama ini kita tidak bisa sembarang mencari cara menaikkan PAD. Karena itu, kita fokus memperkuat sumber internal, salah satunya melalui BUMD," ucapnya.

Ia mengakui BUMD sebelumnya kerap dianggap sebagai beban APBD. Namun dalam tiga tahun terakhir, dilakukan pembenahan menyeluruh mulai dari kelembagaan hingga manajemen bisnis.

"Hasilnya, BUMD kita tidak lagi menjadi beban APBD, justru mulai berkontribusi terhadap peningkatan PAD," jelasnya.

Selain itu, optimalisasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga menjadi strategi penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan.

"Surplus dari BLUD itu bisa kita gunakan untuk mensubsidi pembangunan sektor lain. Jadi tidak hanya mandiri, tapi juga membantu pembiayaan lintas sektor," tambahnya.

Pada skala lebih luas, Pemkot Samarinda juga memanfaatkan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) serta kerja sama pemanfaatan aset sesuai regulasi, guna menarik investasi tanpa membebani APBD.

Sementara dalam pengendalian inflasi, Andi Harun menekankan pentingnya intervensi pemerintah di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu.

"Dampak lanskap ekonomi global yang terus berubah, termasuk akibat perang, pasti berdampak pada ekonomi daerah. Daya beli masyarakat juga belum terlalu baik," ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pemerintah untuk aktif menjaga stabilitas harga, terutama pada komoditas yang rentan mengalami fluktuasi.

"Ini tidak mudah, butuh intervensi pemerintah untuk menjaga agar masyarakat tidak makin bertambah bebannya. Kita terus memantau agar harga-harga bisa kita kendalikan di tengah situasi yang berubah," jelasnya.

Terkait pemanfaatan insentif dari penghargaan tersebut, Pemkot Samarinda akan memprioritaskan sektor pelayanan dasar.

"Paling ke pelayanan dasar, seperti pembangunan sekolah. Karena sesuai arahan Presiden, APBD 2026 diarahkan untuk pendidikan dan kesehatan," ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kerja serius dan terukur akan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

"Zaman sekarang yang penting bekerja serius, pasti ada hasilnya. Dan hari ini jelas, kerja kita bernilai dan bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.