Banner ADV

DPRD Berau Dorong Pemerintah Perluas Jangkauan Sekolah hingga Kampung

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua Komisi l DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Ketua Komisi l DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Berau Dorong Pemerintah Perluas Jangkauan Sekolah hingga Kampung

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua Komisi l DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Ketua Komisi l DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Berau Dorong Pemerintah Perluas Jangkauan Sekolah hingga Kampung

Ketua Komisi l DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Ketimpangan layanan pendidikan di Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan dari legislatif.

Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina menilai masih adanya kesenjangan akses yang dirasakan masyarakat, terutama di wilayah kampung dan kecamatan yang jauh dari pusat kota.

Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut karena berdampak langsung pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah.

Ia menegaskan, kesempatan memperoleh pendidikan yang layak seharusnya dapat dinikmati secara merata oleh seluruh anak, tanpa terkecuali.

“Masih ada wilayah yang belum memiliki fasilitas pendidikan memadai, sementara sekolah dengan kualitas unggulan justru terkonsentrasi di kawasan perkotaan seperti Tanjung Redeb, Teluk Bayur, dan Sambaliung,” ujarnya.

Dari total 13 kecamatan di Berau, distribusi sekolah dinilai belum seimbang. Ini membuat sebagian anak harus menghadapi keterbatasan pilihan sekolah, bahkan menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

Selain itu, perhatian juga diarahkan pada minimnya fasilitas pendidikan anak usia dini. Keberadaan Taman Kanak-Kanak (TK) yang masih terbatas dinilai menjadi celah dalam pembentukan fondasi awal anak, baik dari sisi karakter, kreativitas, maupun kemampuan dasar belajar.

Tak hanya soal infrastruktur, Elita juga menyoroti distribusi tenaga pengajar yang belum merata. Ia menilai, penempatan guru masih perlu dibenahi agar tidak terjadi penumpukan di wilayah tertentu, sementara daerah lain justru kekurangan tenaga pendidik.

“Pemerataan guru dan fasilitas pendidikan ini menjadi hal mendesak. Kalau tidak segera ditangani, kesenjangan kualitas pendidikan akan semakin melebar,” tegasnya.

Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk segera merumuskan langkah konkret, mulai dari penambahan sekolah di wilayah yang membutuhkan hingga penataan distribusi guru secara proporsional.

Dengan upaya tersebut, DPRD berharap seluruh anak di Kabupaten Berau bisa mendapatkan akses pendidikan yang adil dan berkualitas sebagai fondasi dalam menciptakan generasi yang unggul di masa depan. (Adv)