Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin
BONTANG - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Tahun 2026 yang digelar Kodim 0908/Bontang tak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur. Di balik kegiatan fisik, Satgas TMMD juga memperkuat “pertahanan” masyarakat melalui edukasi kesehatan yang menyasar Penyakit Tidak Menular (PTM).
Ini terlihat dalam kegiatan penyuluhan kesehatan yang digelar di Gedung BPU, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari sasaran non fisik TMMD yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari sisi kesehatan.
Menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Bontang, Desi Ekawati, penyuluhan ini menitikberatkan pada peran strategis Posyandu serta ancaman penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes dan penyakit jantung yang kian meningkat.
Dalam pemaparannya, Desi menegaskan bahwa Posyandu bukan sekadar layanan rutin, melainkan garda terdepan dalam mendeteksi dini kondisi kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil dan balita.
“Posyandu memiliki peran penting dalam memantau tumbuh kembang anak sekaligus mencegah risiko kesehatan sejak dini. Ini yang harus terus dioptimalkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mulai mengubah pola hidup menjadi lebih sehat sebagai langkah utama menekan angka PTM. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam mencegah penyakit yang kerap muncul tanpa gejala awal tersebut.
Kegiatan ini diikuti kader Posyandu dan anggota PKK Kelurahan Bontang Kuala yang terlihat aktif dan antusias selama sesi berlangsung. Interaksi dua arah antara pemateri dan peserta menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap isu kesehatan.
Melalui kegiatan ini, Satgas TMMD berharap para kader dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan mampu menyebarluaskan informasi serta mengajak masyarakat untuk lebih rutin memeriksakan kesehatan dan aktif dalam kegiatan Posyandu.
Dengan pendekatan ini, TMMD tidak hanya membangun desa secara fisik, tetapi juga memperkuat fondasi kesehatan masyarakat sebagai investasi jangka panjang.


