Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin
TENGGARONG - Kepolisian Sektor (Polsek) Kembang Janggut tengah menyelidiki dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang diduga dilakukan oleh oknum guru ngaji di salah satu Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ/TPA).
Terduga pelaku dilaporkan sudah tidak berada di lokasi. Kasus ini mencuat setelah beredar informasi di media sosial yang menyebutkan adanya 11 anak menjadi korban. Namun hingga kini, polisi baru menerima satu laporan resmi.
Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedy Supriyanto membenarkan adanya laporan tersebut dan menyebut masih mendalami kasus untuk memastikan jumlah korban.
“Jadi itu perkaranya memang sudah ditangani karena yang baru melapor itu satu ke Polsek. Korbannya ini sementara kalau menurut berita di medsos ya itu ada 11, tetapi untuk pastinya anggota saya lagi melakukan pemeriksaan dulu, dimintai keterangan dulu,” ujar Kapolsek, Rabu (6/5/2026).
Ia mengatakan peristiwa tersebut diduga terjadi pada Desember 2025, tapi baru dilaporkan ke pihak kepolisian pada 22 April 2026. “Ini juga perkaranya anggota saya sudah langsung jemput bola untuk mengetahui sebenarnya berapa banyak korban,” lanjutnya.
AKP Dedy menambahkan, terduga pelaku merupakan pengajar ngaji di tempat tersebut. Aktivitas belajar mengaji di lokasi itu untuk sementara dihentikan. “Jadi sebagai guru ngaji. Selama ini mereka mengaji di situ, tapi dengan kejadian ini sementara ditutup dulu,” ujarnya.
Kanit Reskrim Polsek Kembang Janggut, IPTU Maharoni mengatakan masih mengembangkan penyelidikan dengan mencari saksi serta menyusun keterangan dari para korban.
“Jadi korbannya ini keterangannya masih kami susun, karena anak-anak kan harus didampingi orang tuanya saat dimintai keterangan,” ujarnya.
Ia berharap kasus ini segera dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan. “Mudah-mudahan secepatnya kami naikkan ke tingkat penyidikan,” tambahnya.
Selain itu, polisi juga masih melakukan pencarian terhadap terduga pelaku yang diduga telah meninggalkan lokasi setelah kasus ini ramai di media sosial.
“Orangnya sudah tidak di sini. Gara-gara ramai di medsos, kami mencari lagi terduga pelakunya. Seharusnya bisa kami redam dulu, tapi karena sudah tersebar jadi agak sulit mencarinya,” pungkasnya.
Ia menambahkan, hingga kini pelaku belum ditemukan dan proses pencarian masih terus dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan saksi-saksi lain.
“Terakhir belum ketemu, ini masih kami cari juga, sekaligus memeriksa anak-anak yang lain dan saksi-saksi lain. Mudah-mudahan secepatnya,” tutupnya.


