Ketua Komisi X DPR RI Dorong Pemerataan Sarpras Sekolah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menandatangani prasasti revitalisasi empat sekolah di Balikpapan, Rabu (6/5/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menandatangani prasasti revitalisasi empat sekolah di Balikpapan, Rabu (6/5/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Ketua Komisi X DPR RI Dorong Pemerataan Sarpras Sekolah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menandatangani prasasti revitalisasi empat sekolah di Balikpapan, Rabu (6/5/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menandatangani prasasti revitalisasi empat sekolah di Balikpapan, Rabu (6/5/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Ketua Komisi X DPR RI Dorong Pemerataan Sarpras Sekolah

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menandatangani prasasti revitalisasi empat sekolah di Balikpapan, Rabu (6/5/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, melakukan kunjungan kerja program revitalisasi satuan pendidikan 2026 di SMKN 4 Balikpapan, Rabu (6/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Hetifah Sjaifudian menyampaikan bahwa program revitalisasi sekolah masih menjadi prioritas pemerintah pusat meskipun terjadi penyesuaian anggaran. 

Pada 2025, anggaran revitalisasi mencapai sekitar Rp16 triliun, sementara pada 2026 turun menjadi Rp14 triliun.

"Memang ada sedikit penurunan, tetapi kami sedang mengajukan tambahan anggaran karena ini program prioritas. Sekolah harus aman, tidak boleh ada potensi membahayakan siswa, dan sarana prasarana yang baik akan meningkatkan kualitas belajar," ucap Hetifah.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan arahan langsung Presiden agar seluruh sekolah di Indonesia memiliki standar sarana prasarana yang layak, tanpa kesenjangan antara sekolah yang maju dan yang tertinggal.

Selain aspek keamanan, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Timur (Kaltim) ini juga menyoroti pentingnya fasilitas sanitasi dan kebersihan pasca pandemi COVID-19. 

Menurutnya, lingkungan sekolah yang higienis menjadi kebutuhan mendasar untuk menunjang kesehatan siswa.

Program revitalisasi ini terbuka bagi seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, dengan syarat memiliki kebutuhan yang jelas dan data yang valid. 

Hetifah meminta pemerintah daerah dan pihak sekolah untuk memperbaiki Data Pokok Pendidikan (Dapodik) agar bantuan yang diberikan sesuai kondisi riil di lapangan.

"Jangan sampai datanya dibuat seolah-olah sudah baik, padahal sarprasnya masih kurang. Ini penting agar intervensi pemerintah tepat sasaran," tegasnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan tiap sekolah berbeda-beda, mulai dari ruang kelas baru, pagar sekolah untuk keamanan, musala, ruang guru, hingga fasilitas dasar seperti toilet. 

Bahkan, masih terdapat sekolah yang harus menerapkan sistem belajar hingga tiga shift akibat keterbatasan ruang kelas.

Di Balikpapan sendiri, terdapat empat sekolah yang menerima bantuan revitalisasi pada 2025, yakni SMKN 4 Balikpapan, SMKS Adzkiya, SMKS Ibnu Khaldun, dan SMP PGRI 2. Hetifah berharap jumlah tersebut dapat bertambah pada 2026.

Kepala SMKN 4 Balikpapan, Emilia Monalita mengungkapkan bahwa sekolahnya memperoleh bantuan revitalisasi berupa rehabilitasi aula lengkap dengan perabot, pembangunan toilet lima pintu, serta pengecatan dengan total anggaran Rp836 juta.

"Program ini sangat membantu. Dengan tambahan lima toilet, sekarang target satu kelas satu toilet bisa terpenuhi," ujar Emilia.

Ia menambahkan, bantuan tersebut diajukan pada awal 2025 dan mulai direalisasikan pada Agustus setelah melalui bimbingan teknis dan penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta.

Salah satu hasil revitalisasi yang menonjol di SMKN 4 adalah aula yang kini dinamakan Harukareh Ballroom. Nama tersebut diambil dari bahasa Dayak Kenyah yang berarti "masa depan yang terbarukan".

Emilia berharap program revitalisasi tetap berlanjut meski anggaran mengalami penyesuaian. 

"Manfaatnya sangat luar biasa, terutama bagi sekolah yang belum terjangkau anggaran provinsi," katanya.

Sementara Plt Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Kaltim, Winarno mengapresiasi perhatian Hetifah terhadap sektor pendidikan di daerah. 

Ia menyebut berbagai program, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP), telah memberikan dampak signifikan bagi siswa di Kaltim.

"Kami berharap program-program ini terus berlanjut karena sangat dibutuhkan, khususnya bagi siswa di daerah," tuturnya.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan dan penyerapan aspirasi DPR RI dalam memastikan pemerataan kualitas pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana sekolah di seluruh Indonesia.