Delapan RT di Karang Rejo Jadi Percontohan Kelurahan Madani, Sampah hingga Stunting Jadi Fokus

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Lurah Karang Rejo, Budi. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Lurah Karang Rejo, Budi. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Delapan RT di Karang Rejo Jadi Percontohan Kelurahan Madani, Sampah hingga Stunting Jadi Fokus

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Lurah Karang Rejo, Budi. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Lurah Karang Rejo, Budi. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Delapan RT di Karang Rejo Jadi Percontohan Kelurahan Madani, Sampah hingga Stunting Jadi Fokus

Lurah Karang Rejo, Budi. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Kelurahan Karang Rejo menjadi salah satu wilayah yang paling siap menyambut program unggulan Kelurahan Mandiri, Adaptif dan Inovatif (Madani) yang akan diterapkan penuh di Kota Balikpapan pada 2027 mendatang. 

Tak sekadar wacana, delapan RT di Karang Rejo bahkan mulai disiapkan menjadi kawasan percontohan dengan fokus utama pada pengelolaan sampah, penanganan stunting dan penguatan UMKM warga.

Lurah Karang Rejo, Budi mengatakan terus melakukan berbagai persiapan untuk mendukung program tersebut. 

Menurutnya, Kelurahan Madani hadir sebagai jawaban atas berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

"Kelurahan Madani itu memiliki tiga indikator utama, yaitu isu stunting, bank sampah, dan UMKM. Jadi tiga hal ini yang menjadi prioritas bukan hanya di Karang Rejo, tetapi seluruh kelurahan di Balikpapan," ucap Budi, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, Karang Rejo sebenarnya sudah menjalankan sebagian besar program tersebut. 

Namun, saat ini pihak kelurahan fokus pada tahap pemantapan agar nantinya bisa menjadi barometer bagi wilayah lain.

Ia menyebut, sebanyak delapan RT yakni RT 35, 36, 37, 38, 39, 40, 26 dan 27 akan dijadikan satu kawasan percontohan Kelurahan Madani.

Konsep yang diterapkan di masing-masing RT juga berbeda sesuai kebutuhan wilayah.

"RT 26 dan 27 fokusnya lebih ke pengelolaan sampah karena sudah punya bank sampah yang berjalan. Sementara RT 35 sampai 40 itu pengelolaan sampah, UMKM dan stuntingnya kita siapkan bersama," jelasnya.

Menurut Budi, persoalan sampah menjadi perhatian serius karena jumlah penduduk Karang Rejo yang mencapai sekitar 24 ribu jiwa menghasilkan volume sampah cukup besar setiap hari. 

Melalui program Madani, warga diharapkan mampu memilah sampah organik dan anorganik dari rumah tangga masing-masing.

Ia menilai pengelolaan sampah tidak hanya berdampak terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga bisa membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

"Botol plastik dan sampah anorganik lainnya bisa dipilah lalu dijual. Jadi sampah ini bisa punya nilai ekonomi kalau dikelola dengan baik," katanya.

Selain itu, penanganan stunting juga menjadi fokus utama. Budi menegaskan, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, melainkan pola makan dan kecukupan gizi sejak masa kehamilan.

"Selama ini orang tahunya stunting itu pendek, padahal bukan itu saja. Pola makan dan gizi anak itu yang penting. Makanya kader Posyandu terus memantau perkembangan ibu hamil sampai balita," tuturnya.

Ia berharap program Kelurahan Madani nantinya dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat, mandiri, serta memiliki ketahanan ekonomi berbasis masyarakat.

"Harapan kita nanti delapan RT ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain. Jadi masyarakat bukan hanya sadar soal kebersihan dan kesehatan, tapi juga bisa mandiri secara ekonomi melalui UMKM dan pengelolaan sampah," pungkasnya. (Adv Diskominfo Kota Balikpapan)