Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Anggota Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan (Disdik) Berau yang memberikan bantuan kepada siswa korban kebakaran di Kampung Rinding, Kecamatan Teluk Bayur.
Menurut Elita, perhatian terhadap peserta didik yang terdampak musibah memang sudah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, khususnya Disdik agar proses pendidikan anak-anak tidak terhenti akibat bencana.
“Memang sudah seharusnya Disdik hadir memberikan bantuan kepada korban bencana, apalagi di dalamnya ada siswa dan siswi yang terdampak langsung. Jangan sampai mereka kehilangan semangat belajar hanya karena perlengkapan sekolah atau kebutuhan dasarnya ikut terbakar,” ujarnya.
Ia menilai, bantuan yang diberikan bukan hanya soal materi, tetapi juga bentuk dukungan moral bagi anak-anak dan keluarga korban agar tetap kuat menghadapi situasi sulit.
Politikus tersebut juga berharap perhatian terhadap siswa terdampak bencana tidak berhenti pada bantuan awal saja.
“Elita meminta pendampingan terus dilakukan, termasuk memastikan anak-anak tetap bisa mengikuti kegiatan belajar dengan nyaman.
Kalau perlu ada dukungan psikologis juga supaya mereka tidak trauma,” tambahnya.
Sebelumnya, Disdik Berau menyalurkan bantuan kepada pelajar korban kebakaran yang terjadi di kawasan Rinding beberapa waktu lalu.
Bantuan tersebut diberikan kepada siswa SD Negeri 001 Rinding dan SD Negeri 002 Rinding yang terdampak musibah.
Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan pihaknya berupaya memastikan para siswa tetap dapat melanjutkan pendidikan meski tengah menghadapi cobaan.
“Kami ingin anak-anak tetap semangat bersekolah. Musibah ini jangan sampai menghambat mereka untuk belajar dan meraih cita-cita,” katanya.
Ia mengatakan Disdik Berau bersama pihak sekolah dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) terus melakukan koordinasi untuk memenuhi kebutuhan para siswa terdampak, baik perlengkapan sekolah maupun dukungan lainnya.
Diketahui, kebakaran yang terjadi di kawasan Rinding menghanguskan enam bangunan dan menyebabkan sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal, termasuk beberapa keluarga yang memiliki anak usia sekolah dasar. (Adv)



