Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah mengaku mendukung rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau membangun rumah susun sewa (rusunawa).
Menurutnya, konsep hunian vertikal sudah menjadi kebutuhan jangka panjang di tengah semakin terbatasnya lahan di kawasan perkotaan, khususnya Tanjung Redeb.
Liliansyah menilai, pertumbuhan penduduk yang terus meningkat membuat harga lahan semakin mahal dan sulit dijangkau masyarakat berpenghasilan rendah.
Untuk itu, pembangunan rusunawa dinilai bisa menjadi solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak dan terjangkau.
“Kalau melihat perkembangan kota sekarang, memang kita harus mulai memikirkan konsep hunian vertikal. Jangan sampai beberapa tahun ke depan masyarakat semakin kesulitan mendapatkan tempat tinggal karena lahan semakin sempit,” ujarnya.
Ia mengatakan program tersebut tidak hanya penting bagi masyarakat umum, tetapi juga dapat membantu tenaga kesehatan maupun mahasiswa dari kampung yang selama ini harus mengeluarkan biaya besar untuk tinggal di kota saat bekerja atau menempuh pendidikan.
Menurutnya, keberadaan rusunawa dapat memberikan dampak sosial yang cukup besar apabila pengelolaannya dilakukan dengan baik dan tepat sasaran.
Namun, ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik bangunan, tetapi juga menyiapkan sistem pengelolaan yang jelas sejak awal.
“Jangan sampai bangunannya bagus, tapi pengelolaannya tidak siap. Harus ada aturan yang jelas terkait penghuni, biaya sewa, sampai pemeliharaan bangunan supaya program ini bisa berjalan jangka panjang,” katanya.
Liliansyah juga menyebut pembangunan rusunawa sejalan dengan program nasional pemerintah pusat dalam penyediaan hunian bagi masyarakat.
Ia berharap Pemkab Berau mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan aktif berkoordinasi dan melobi pemerintah pusat agar mendapat dukungan anggaran.
Ia juga menilai keberadaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) khusus nantinya menjadi hal penting agar pengawasan dan pengelolaan rusunawa lebih terarah.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Berau, Mulyadi menjelaskan, rencana pembangunan rusunawa masih dalam tahap penyusunan konsep dan kajian teknis.
Ia menyebut Pemkab Berau masih mempelajari sejumlah daerah yang telah lebih dulu sukses mengelola rusunawa, mulai dari sistem operasional hingga mekanisme seleksi penghuni.
“Kami ingin program ini benar-benar matang sebelum dijalankan. Jadi bukan hanya membangun fisik, tetapi bagaimana pengelolaannya nanti juga harus dipastikan berjalan baik,” jelasnya.
Mulyadi menambahkan, rusunawa nantinya diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tenaga kesehatan, hingga mahasiswa dari kampung yang membutuhkan hunian layak dengan biaya terjangkau.
Selain menjadi solusi keterbatasan lahan, pembangunan rusunawa juga diharapkan menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga aset lahan agar tidak habis akibat pembangunan horizontal yang terus meluas. (Adv)



