Jelang Iduladha, Ketapang Tani Samarinda Perketat Pengawasan Hewan Kurban

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ilustrasi hewan kurban. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Ilustrasi hewan kurban. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Jelang Iduladha, Ketapang Tani Samarinda Perketat Pengawasan Hewan Kurban

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ilustrasi hewan kurban. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Ilustrasi hewan kurban. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Jelang Iduladha, Ketapang Tani Samarinda Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Ilustrasi hewan kurban. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang Tani) memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban guna mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Menjelang Iduladha 2026.

Kepala Dinas Ketapang Tani Samarinda, Muhammad Darham mengatakan pengawasan dilakukan sejak hewan masih berada di daerah asal hingga tiba di Kota Samarinda.

“Pengawasan sudah kami siapkan. Hewan yang datang dari luar pulau kami pantau dan ketika tiba langsung dilakukan vaksinasi,” ucap Darham.

Selain vaksinasi, hewan ternak yang masuk ke Samarinda juga diwajibkan melalui proses karantina dan pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan.

Pemeriksaan dilakukan dengan melihat dokumen kesehatan serta riwayat kondisi hewan sebelum dikirim.

“Dari satu bulan sebelum datang ke Samarinda sudah dipantau. Sekarang pengawasan terus berjalan sampai habis lebaran nanti,” jelasnya.

Menurut Darham, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi masuknya hewan yang terindikasi terpapar PMK, terutama dari daerah yang sebelumnya pernah melaporkan kasus penyakit ternak.

Ia menegaskan, seluruh hewan kurban yang masuk melalui pelabuhan akan dikumpulkan terlebih dahulu untuk menjalani pemeriksaan dan vaksinasi sebelum diedarkan ke masyarakat.

“Mereka masuk lewat pelabuhan, kemudian dikumpulkan dan divaksin semua. Setelah itu diberi name tag sebagai tanda sudah resmi dan aman,” katanya.

Pengawasan juga dilakukan terhadap lapak penjualan hewan kurban yang mulai bermunculan di berbagai titik kota, termasuk penjualan di pinggir jalan.

Petugas disebut rutin turun langsung untuk memastikan kondisi hewan tetap sehat dan layak jual. “Kalau ada yang sakit akan diobati dulu sampai layak. Kalau masih sakit tidak boleh dijual dan bisa dikembalikan,” tegasnya.

Darham memastikan hingga saat ini kondisi hewan kurban yang beredar di Samarinda masih aman dan sehat.

Ia juga mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban di lokasi resmi yang telah mendapat pengawasan dari pemerintah.

“PMK jelas tidak boleh. Makanya kami pastikan hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat semua,” pungkasnya.