Mahasiswa Unmul Undang Rudy Mas’ud Berdebat, Pemprov Minta Format Diubah Jadi Diskusi Publik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua BEM KM Unmul Hiththan Hersya Putra. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)
Ketua BEM KM Unmul Hiththan Hersya Putra. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Mahasiswa Unmul Undang Rudy Mas’ud Berdebat, Pemprov Minta Format Diubah Jadi Diskusi Publik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua BEM KM Unmul Hiththan Hersya Putra. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)
Ketua BEM KM Unmul Hiththan Hersya Putra. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Mahasiswa Unmul Undang Rudy Mas’ud Berdebat, Pemprov Minta Format Diubah Jadi Diskusi Publik 

Ketua BEM KM Unmul Hiththan Hersya Putra. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Herdiansyah l Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul klarifikasi undangan debat secara terbuka Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud melalui flayer.

Menurut mereka, undangan resmi jika dikirimkan mahasiswa ke kepala daerah sangat mustahil diwujudkan. Sehingga mereka mengambil jalan tersebut sebagai bentuk propaganda.

"Kalau kami gagal undang gubernur berdebat di lingkungan kampus, maka kami yang datang ke depan kantor gubernurnya ajak dia berdebat," kata Ketua BEM KM Unmul, Hiththan Hersya Putra.

Tujuan mereka jelas, menyampaikan semua aspirasi masyarakat yang dianggap tidak pernah didengarkan dan ditanggapi secara serius. 

"Mulai dari aksi 214 kemarin, tidak menemui massa aksi. Video klarifikasi yang terkesan tidak tulus. Tidak pernah organik penyampainya. Ini bentuk argumen kami yang kami kemas dalam foto tersebut," jelasnya.

Kata dia, upaya undangan berdebat Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dengan mahasiswa sangat antusias disambut oleh mereka.

Mereka bahkan rutin melakukan follow up sejak undangan pertama yang dilayangkan mahasiswa pada 23 Februari lalu hingga hari ini.

"Dari pihak Pemprov Kaltim pernah respon undangan kami, tapi pihak Pemprov mau format undangan itu diubah jadi diskusi publik. Ini yang kami tidak terima, kami mau debat," tegasnya.