Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA – Destinasi wisata Bukit Steling yang ada di Kelurahan Selili, Kota Samarinda mulai menunjukkan perkembangan positif seiring meningkatnya jumlah pengunjung dalam beberapa bulan terakhir.
Selain ramai dikunjungi, kawasan wisata yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ini juga mulai memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Disporapar Samarinda, Diana Pida Juliadi mengatakan Bukit Steling mulai menyetorkan PAD sejak dua bulan terakhir.
Ini setelah mendapatkan pendampingan pengelolaan wisata dari pemerintah. “Khusus Stelling ini setelah pendampingan baru dua bulan berjalan, setiap bulan pajaknya sekitar Rp1,5 juta sampai Rp1,6 juta,” kata Diana.
Kontribusi PAD tersebut berasal dari penjualan tiket masuk wisatawan yang terintegrasi dengan sistem resmi pemerintah lewat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Jumlah tersebut akan terus berkembang sesuai dengan jumlah pengunjung.
Ia menilai Bukit Steling menjadi salah satu destinasi wisata berbasis Pokdarwis yang menunjukkan perubahan paling signifikan setelah mendapatkan pendampingan dari Disporapar Samarinda.
Selain menawarkan panorama alam, Bukit Steling juga didukung aktivitas kuliner masyarakat setempat yang memanfaatkan hasil kebun dan produk lokal untuk dijual kepada pengunjung.
Menurutnya, hal tersebut membuktikan program pendampingan yang melibatkan akademisi dan tim ahli pariwisata berjalan efektif dalam meningkatkan pengelolaan destinasi wisata lokal. Terlebih saat ini Bukit Steling masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2026 dari Kementerian Pariwisata.
“Jadi istilahnya tidak sia-sia kita membayar honor tim ahli pariwisata untuk membimbing dan membina mereka hingga bisa menghasilkan PAD untuk Kota Samarinda,” tuturnya.


