Banner ADV

Akses Tiga Kampung di Berau Terancam Longsor, DPRD Dorong Pembangunan Jembatan Permanen

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Jalur penghubung Kampung Inaran, Bena Baru, dan Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Jalur penghubung Kampung Inaran, Bena Baru, dan Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Akses Tiga Kampung di Berau Terancam Longsor, DPRD Dorong Pembangunan Jembatan Permanen

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Jalur penghubung Kampung Inaran, Bena Baru, dan Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Jalur penghubung Kampung Inaran, Bena Baru, dan Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Akses Tiga Kampung di Berau Terancam Longsor, DPRD Dorong Pembangunan Jembatan Permanen

Jalur penghubung Kampung Inaran, Bena Baru, dan Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau, Gideon Andris mendukung rencana pembangunan jembatan permanen di jalur penghubung Kampung Inaran, Bena Baru dan Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan longsor yang terus berulang di kawasan tersebut. 

Terlebih, jalur itu merupakan akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Gideon mengatakan kondisi geografis di lokasi memang cukup rawan pergerakan tanah, sehingga perbaikan jalan secara sementara dinilai tidak lagi efektif.

Apalagi saat hujan deras mengguyur, badan jalan kerap mengalami ambles dan membahayakan pengguna jalan.

“Kalau hanya tambal sulam atau penanganan sementara, setiap musim hujan pasti kembali rusak. Karena itu pembangunan jembatan permanen memang harus diprioritaskan agar masyarakat tidak terus dihantui rasa khawatir saat melintas,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan akses jalan yang aman sangat penting, mengingat jalur tersebut menjadi penghubung utama bagi warga di tiga kampung. Selain aktivitas masyarakat, akses itu juga digunakan untuk distribusi kebutuhan pokok, pendidikan hingga layanan kesehatan.

“Jangan sampai masyarakat terisolasi hanya karena akses jalan putus akibat longsor. Pemerintah harus serius melihat persoalan ini karena menyangkut keselamatan dan roda ekonomi warga,” katanya.

DPRD juga mengapresiasi langkah darurat pemerintah daerah melalui pemasangan jembatan bailey sepanjang sekitar 45 meter untuk menjaga konektivitas tetap berjalan.

Namun, kata dia, solusi sementara itu tidak bisa dijadikan penanganan utama dalam jangka panjang.

Gideon berharap usulan pembangunan jembatan permanen dapat kembali diperjuangkan dalam pembahasan anggaran berikutnya. Ia meminta pemerintah daerah melakukan pengkajian matang agar proyek tersebut bisa segera direalisasikan.

“Memang kita memahami kondisi anggaran daerah saat ini cukup terbatas. Tetapi untuk infrastruktur vital seperti ini harus tetap menjadi perhatian utama karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Adv)