Drama VAR dan Dua Kartu Merah, Persiba Selamat dari Degradasi Usai Bungkam Persekat 1-2

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Gelandang Kodai Nagashima tampil impresif saat mengatur aliran bola dan ritme permainan Persiba Balikpapan dalam laga penuh tensi kontra Persekat Tegal di Stadion Trisanja Slawi, Jumat (8/5/2026). (Foto: Media Official Persiba Balikpapan)
Gelandang Kodai Nagashima tampil impresif saat mengatur aliran bola dan ritme permainan Persiba Balikpapan dalam laga penuh tensi kontra Persekat Tegal di Stadion Trisanja Slawi, Jumat (8/5/2026). (Foto: Media Official Persiba Balikpapan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Drama VAR dan Dua Kartu Merah, Persiba Selamat dari Degradasi Usai Bungkam Persekat 1-2

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Gelandang Kodai Nagashima tampil impresif saat mengatur aliran bola dan ritme permainan Persiba Balikpapan dalam laga penuh tensi kontra Persekat Tegal di Stadion Trisanja Slawi, Jumat (8/5/2026). (Foto: Media Official Persiba Balikpapan)
Gelandang Kodai Nagashima tampil impresif saat mengatur aliran bola dan ritme permainan Persiba Balikpapan dalam laga penuh tensi kontra Persekat Tegal di Stadion Trisanja Slawi, Jumat (8/5/2026). (Foto: Media Official Persiba Balikpapan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Drama VAR dan Dua Kartu Merah, Persiba Selamat dari Degradasi Usai Bungkam Persekat 1-2

Gelandang Kodai Nagashima tampil impresif saat mengatur aliran bola dan ritme permainan Persiba Balikpapan dalam laga penuh tensi kontra Persekat Tegal di Stadion Trisanja Slawi, Jumat (8/5/2026). (Foto: Media Official Persiba Balikpapan)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Persiba Balikpapan memastikan diri bertahan di Liga 2 musim depan usai menundukkan Persekat Tegal dengan skor 2-1 pada laga play off relegation di Stadion Trisanja Slawi, Jumat (8/5/2026).

Di tengah tekanan suporter tuan rumah, kartu merah, hingga gol yang dianulir VAR, tersaji dengan drama penuh tensi dalam siaran langsung yang ditonton ribuan pasang mata.

Kemenangan ini menjadi penebusan sempurna bagi tim berjuluk Beruang Madu setelah menjalani musim yang penuh pasang surut. 

Persiba datang dengan misi hidup mati dan berhasil pulang membawa tiket bertahan di kasta kedua sepak bola Indonesia.

Pelatih Persiba, Leonard Tupamahu menurunkan komposisi terbaiknya dengan Pancar di bawah mistar. Lini belakang diisi Bintang Arrahim, Andre, Rical, dan Abdul Rachman. Sementara sektor tengah dipercayakan kepada Dwi Geno, Kodai Nagashima, serta Isfandyar. Di lini depan, trio Beni Oktovianto, Lorensius Sabda, dan Takumu Nishihara menjadi tumpuan serangan.

Pertandingan dipimpin wasit asing asal Uzbekistan, Firdavs Norsafarov yang menjadi menarik untuk ditonton.

Sejak menit awal kedua tim tampil agresif. Persiba berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-17 melalui sundulan Lorensius Sabda. 

Gol bermula dari lemparan ke dalam Abdul Rachman ke arah Takumu. Bola kemudian dialirkan kepada Kodai yang memberi umpan kembali kepada Abdul Rachman di sisi kiri. 

Sang kapten itu melepaskan umpan lambung ke kotak penalti dan disambut sundulan tajam Sabda yang gagal diantisipasi kiper lawan.

Keunggulan itu membuat Persiba tampil semakin percaya diri. Namun tekanan tuan rumah meningkat pada babak kedua.

Petaka sempat datang bagi Beruang Madu saat bek Bintang Arrahim diganjar kartu merah pada menit ke-61 usai wasit meninjau VAR dan menilai bola mengenai tangannya.

Unggul jumlah pemain membuat Persekat lebih leluasa menyerang. Hasilnya, menit ke-67 Kevy Syahertian sukses menyamakan kedudukan lewat tendangan yang memantul ke tanah sebelum masuk ke gawang Persiba.

Namun hanya berselang dua menit, Persiba kembali membungkam publik Tegal. Serangan cepat Arsa Ahmad dari sisi kiri diakhiri umpan pendek kepada Lorensius Sabda sebelum bola dikembalikan kepada Arsa. 

Melihat Dwi Geno berdiri bebas, Arsa langsung mengirim umpan matang yang disambar Geno dengan kaki kanan ke sisi kanan gawang.

Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Persiba sekaligus memantik drama panjang di penghujung laga.

Pada menit ke-87, Persekat sebenarnya sempat mencetak gol penyeimbang. Namun wasit menganulir gol tersebut setelah VAR menunjukkan posisi offside. 

Dalam momen yang sama, kiper Persiba Pancar juga menerima kartu merah karena dianggap melakukan pelanggaran di luar kotak penalti sebelum proses gol terjadi.

Meski harus bermain dengan tekanan besar dan tambahan waktu sembilan menit, Persiba mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan itu langsung disambut suka cita para pemain di ruang ganti. 

Suasana stadion disebut sempat tidak kondusif hingga agenda konferensi pers usai pertandingan dikabarkan ditiadakan.

Keberhasilan Persiba bertahan di Liga 2 juga mendapat respons dari sejumlah mantan pemain. Salah satunya datang dari mantan pemain sekaligus putra daerah, Kurniawan Kartika Ajie.

"Topppp," tulisnya di kolom komentar Instagram Persiba dengan emot api.