Jemaah Haji Nunukan dan Kaltara Mulai Umrah Wajib di Tanah Suci

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Para jemaah haji asal Nunukan yang tergabung Kloter 7 BPN 2026 (Foto: H Sayid Abdullah)
Para jemaah haji asal Nunukan yang tergabung Kloter 7 BPN 2026 (Foto: H Sayid Abdullah)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Jemaah Haji Nunukan dan Kaltara Mulai Umrah Wajib di Tanah Suci

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Para jemaah haji asal Nunukan yang tergabung Kloter 7 BPN 2026 (Foto: H Sayid Abdullah)
Para jemaah haji asal Nunukan yang tergabung Kloter 7 BPN 2026 (Foto: H Sayid Abdullah)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Jemaah Haji Nunukan dan Kaltara Mulai Umrah Wajib di Tanah Suci

Para jemaah haji asal Nunukan yang tergabung Kloter 7 BPN 2026 (Foto: H Sayid Abdullah)

Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin

NUNUKAN - Sebanyak 358 jemaah haji asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 7 Embarkasi Balikpapan (BPN) mulai menjalani rangkaian kegiatan ibadah dan ziarah di Kota Madinah, Arab Saudi, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan spiritual jemaah sebelum diberangkatkan menuju Kota Mekkah untuk melaksanakan umrah wajib.

Ketua Kloter 7 Embarkasi Balikpapan, H Sayid Abdullah, mengatakan seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan dapat mengikuti agenda ibadah sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh petugas haji.

“Hari ini jemaah melaksanakan ziarah luar Masjid Nabawi. Ada beberapa lokasi bersejarah yang menjadi tujuan ziarah, di antaranya Masjid Quba, Jabal Uhud, Masjid Kiblatain, Masjid Khandak dan kebun kurma,” ujar Sayid.

Ia menjelaskan, kegiatan ziarah tersebut tidak hanya menjadi agenda kunjungan religi, tetapi juga sarana untuk menambah pemahaman jemaah terhadap sejarah perjuangan Islam dan perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW.

Masjid Quba, misalnya, dikenal sebagai masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW saat hijrah ke Madinah.

Sementara Jabal Uhud merupakan lokasi terjadinya Perang Uhud yang menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam.

Adapun Masjid Kiblatain dikenal sebagai tempat turunnya perintah perpindahan arah kiblat dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram.

Selain melaksanakan ziarah, para jemaah juga menjalani ibadah salat Arbain di Masjid Nabawi. Salat Arbain merupakan pelaksanaan salat berjemaah sebanyak 40 waktu berturut-turut yang menjadi salah satu amalan yang dianjurkan selama berada di Madinah.

“Insyaallah sejak 6 Mei 2026 seluruh jemaah telah memulai pelaksanaan salat Arbain. Jemaah dijadwalkan berada di Madinah selama sembilan hari sebelum diberangkatkan menuju Mekkah untuk melaksanakan umrah wajib,” jelasnya.

Menurut Sayid, petugas kloter terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap kondisi jemaah, baik dari sisi kesehatan maupun kesiapan fisik dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah haji.

Ia juga mengimbau seluruh jemaah agar menjaga kondisi tubuh dengan cukup istirahat, memperbanyak konsumsi air putih, serta mematuhi arahan petugas mengingat suhu udara di Arab Saudi cukup tinggi.

“Alhamdulillah hingga saat ini jamaah dalam kondisi baik, tertib, dan tetap semangat menjalankan ibadah,” katanya.

Sementara jemaah haji asal Kabupaten Nunukan dan Sebatik yang tergabung dalam Kloter 8 Embarkasi Balikpapan juga telah tiba di Arab Saudi.

Sebanyak 127 jemaah yang masuk dalam gelombang kedua tersebut mendarat di Kota Jeddah pada Jumat pagi waktu setempat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kota Mekkah.

Setibanya di Mekkah, para jamaah langsung bersiap menjalani ibadah umrah wajib sebagai rangkaian awal pelaksanaan ibadah haji.

“Alhamdulillah mulai semalam waktu Arab Saudi, jamaah asal Nunukan yang bergabung bersama jemaah Kalimantan Timur telah melaksanakan ibadah umrah wajib,” ucapnya. 

Pelaksanaan ibadah haji 2026 berlangsung dengan pengawasan ketat dari petugas kloter, tenaga kesehatan, dan pendamping ibadah guna memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan aman, lancar dan khusyuk.

Pemerintah juga terus mengingatkan jemaah agar menjaga kekompakan selama berada di tanah suci, serta disiplin mengikuti jadwal dan aturan yang telah ditetapkan demi kelancaran seluruh proses ibadah haji.