Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menambah penyaluran BBM subsidi jenis Biosolar ke sejumlah SPBU Kota Balikpapan hingga di atas kuota harian.
Kebijakan ini sebagai langkah menjaga kelancaran distribusi dan mengantisipasi antrean kendaraan angkutan barang.
Langkah tersebut dilakukan usai audiensi antara DPRD Balikpapan, mahasiswa, perwakilan sopir truk dan BPH Migas pada Rabu (6/5/2026).
Audensi ini menyusul aspirasi terkait distribusi Biosolar subsidi yang disampaikan aliansi sopir truk dan mahasiswa beberapa hari sebelumnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun mengatakan Pertamina mendukung evaluasi yang dilakukan bersama para pemangku kepentingan agar penyaluran Biosolar di Balikpapan semakin optimal dan tepat sasaran.
"Pertamina pada prinsipnya mendukung langkah-langkah evaluasi yang dilakukan bersama para pemangku kepentingan agar penyaluran Biosolar di Kota Balikpapan dapat semakin optimal, kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan penyaluran berjalan lebih tepat sasaran," ucapnya, Jumat (9/5/2026).
Dalam audiensi tersebut, BPH Migas disebut akan mengevaluasi kuota penyaluran Biosolar di SPBU 6476119 Kilometer (KM) 13 dan SPBU 6476110 KM 15 yang saat ini melayani penyaluran selama 24 jam.
Selain itu, regulator juga mengevaluasi usulan penambahan SPBU penyalur Biosolar dari Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan yang kini masih dalam proses administrasi.
Sebagai upaya menjaga kelancaran distribusi di lapangan, Pertamina sejak Senin (4/5/2026) telah meningkatkan penyaluran Biosolar di dua SPBU utama.
Di SPBU KM 13, penyaluran Biosolar ditingkatkan menjadi 64 kiloliter per hari atau sekitar 160 persen dari kuota harian.
Sementara di SPBU KM 15, penyaluran naik menjadi 40 kiloliter per hari atau mencapai 162,5 persen dari kuota harian yang ditetapkan.
Menurut Edi, penambahan distribusi dilakukan secara terukur agar tetap sesuai dengan kuota pemerintah hingga akhir tahun sekaligus memastikan BBM subsidi dinikmati masyarakat yang berhak.
"Kami terus berupaya menjaga ketersediaan stok dan kelancaran penyaluran di lapangan agar aktivitas masyarakat, khususnya sektor transportasi dan logistik, tetap berjalan optimal," tambahnya.
Pertamina juga mengajak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, sopir truk, mahasiswa, dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi penyaluran Biosolar subsidi agar tepat sasaran.
Selain itu, penerapan QR Code Subsidi Tepat diharapkan mampu membantu pengawasan distribusi sehingga penyaluran BBM subsidi menjadi lebih terkontrol dan efektif.


