Cuaca Panas Picu Karhutla di Nunukan Selatan, Api Nyaris Meluas ke Permukiman

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Petugas BPBD Nunukan sedang memadamkan kobaran api di lahan masyarakat seputaran Kecamatan Nunukan Selatan (Foto: BPBD Nunukan)
Petugas BPBD Nunukan sedang memadamkan kobaran api di lahan masyarakat seputaran Kecamatan Nunukan Selatan (Foto: BPBD Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Cuaca Panas Picu Karhutla di Nunukan Selatan, Api Nyaris Meluas ke Permukiman

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Petugas BPBD Nunukan sedang memadamkan kobaran api di lahan masyarakat seputaran Kecamatan Nunukan Selatan (Foto: BPBD Nunukan)
Petugas BPBD Nunukan sedang memadamkan kobaran api di lahan masyarakat seputaran Kecamatan Nunukan Selatan (Foto: BPBD Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Cuaca Panas Picu Karhutla di Nunukan Selatan, Api Nyaris Meluas ke Permukiman

Petugas BPBD Nunukan sedang memadamkan kobaran api di lahan masyarakat seputaran Kecamatan Nunukan Selatan (Foto: BPBD Nunukan)

Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin

NUNUKAN - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Nunukan. Kali ini, kebakaran melanda lahan di Jalan Anastawijaya (Panamas) RT 03, Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan.

Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga lantaran api dengan cepat membesar dan membakar area lahan kering yang diperkirakan mencapai luas sekitar satu Hektare (Ha).

Kondisi cuaca panas disertai tiupan angin di lokasi kejadian turut mempercepat penyebaran api.

Menerima laporan dari masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan langsung bergerak cepat dengan menerjunkan personel dan peralatan pemadaman ke lokasi guna mencegah api meluas hingga ke kawasan permukiman warga.

Kasubid Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasan mengatakan pihaknya segera melakukan penanganan sesaat setelah menerima informasi terkait munculnya titik api di wilayah tersebut.

“Kami langsung menuju lokasi setelah menerima laporan warga. Kondisi cuaca yang cukup panas dan angin di lapangan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman, tapi berkat kerja sama tim dan masyarakat, api berhasil dikendalikan,” ujar Hasan.

Dalam operasi pemadaman tersebut, BPBD Nunukan mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana pendukung, di antaranya satu unit mobil slip on, satu unit mobil L300, satu unit sepeda motor trail, satu unit mesin pompa apung, serta perlengkapan pemadaman karhutla lainnya.

Selain itu, sebanyak 12 personel BPBD diterjunkan ke lokasi dibantu satu personel kepolisian, serta dukungan masyarakat sekitar yang turut berpartisipasi membantu proses pemadaman di lapangan.

Petugas harus berjibaku memadamkan api di tengah kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar.

Asap tebal juga sempat menyelimuti area kebakaran sehingga menyulitkan proses penanganan.

Meski demikian, api akhirnya berhasil dikendalikan setelah petugas melakukan penyemprotan intensif di sejumlah titik yang masih mengeluarkan bara api.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun, kebakaran itu menyebabkan lahan vegetasi terbakar cukup luas dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan apabila tidak segera ditangani.

Hasan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di tengah kondisi cuaca panas yang rawan memicu kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Saat ini potensi kebakaran cukup tinggi sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla,” katanya.

Ia menambahkan, pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan dan melaporkan secara cepat apabila ditemukan titik api.

Pasca pemadaman, BPBD Kabupaten Nunukan masih terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian guna memastikan tidak ada titik api baru yang muncul kembali dan memicu kebakaran susulan.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas di area lahan maupun hutan selama musim panas berlangsung, mengingat potensi kebakaran diperkirakan masih cukup tinggi dalam beberapa waktu ke depan.