Dinas Perikanan PPU akan Ajukan Tambahan Kuota BBM Subsidi untuk Nelayan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dinas Perikanan PPU akan Ajukan Tambahan Kuota BBM Subsidi untuk Nelayan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dinas Perikanan PPU akan Ajukan Tambahan Kuota BBM Subsidi untuk Nelayan 

Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan 

PENAJAM - Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan mengusulkan tambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi untuk nelayan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto mengatakan, kuota BBM jenis solar subsidi untuk nelayan di Benuo Taka hanya 1.860 kiloliter per tahun. 

Kuota BBM bersubsidi tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan seluruh kapal nelayan di Benuo Taka yang mencapai 2.505 unit. Kebutuhan BBM kapal nelayan berukuran kecil rata-rata 15 liter per hari. Sedangkan kapal besar mencapai 1.000 liter per 20 hari. 

Jadi, kuota BBM bersubsidi yang dialokasikan untuk PPU sebanyak 1.860 kiloliter per tahun ini belum mampu memenuhi kebutuhan nelayan sehingga Dinas Perikanan akan mengajukan tambahan kuota ke pemerintah pusat. 

“Kami akan meminta tambahan kuota BBM subsidi untuk nelayan. Karena kuota yang diberikan untuk PPU masih kurang dari kebutuhan nelayan,” kata Andi Traso, Minggu (10/5/2026). 

Andi Traso mengungkapkan, kuota BBM subsidi disalurkan pihak Pertamina ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di wilayah Penajam dan SPBN Desa Api-Api sebesar 10.000 liter per pekan. Sedangkan kecamatan yang belum memiliki SPBN, kuota BBM subsidi untuk nelayan disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 

“Kuota BBM subsidi telah didistribusikan merata hampir seluruh nelayan. Tetapi, kuota yang diberikan pemerintah pusat masih kurang,” ujarnya. 

Andi Traso berharap, pemerintah pusat menambah kuota BBM subsidi agar nelayan mendapatkan BBM sesuai dengan kebutuhan. 

“Kami berharap ada tambahan kuota BBM subsidi agar nelayan tidak lagi mengeluh terkait dengan pasokan solar bersubsidi,” pungkasnya.