Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Menjamurnya kedai kopi di Kabupaten Berau dinilai belum memberikan dampak besar bagi petani kopi lokal. Kondisi ini mendapat sorotan dari Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi yang menilai potensi kopi daerah sebenarnya sangat besar, namun belum dikelola secara maksimal.
Menurutnya, tren meningkatnya budaya ngopi di Berau seharusnya menjadi peluang emas untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya para petani kopi lokal. Sayangnya, sebagian besar kedai kopi di Berau justru masih bergantung pada pasokan biji kopi dari luar daerah.
Ia menilai persoalan utama bukan karena kualitas kopi Berau kalah bersaing, melainkan kurangnya perhatian dan dukungan serius dari pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor kopi, mulai dari petani hingga pemasaran produk.
“Kalau pasarnya sudah ada dan kualitas kopi Berau juga sudah pernah mendapat penghargaan, berarti persoalannya bukan di produknya. Yang masih kurang itu dukungan dan pengelolaannya,” ujarnya.
Sumadi menjelaskan, banyak petani kopi di Berau masih mengalami kendala untuk mendapatkan bantuan pemerintah. Salah satunya karena syarat administrasi yang mengharuskan petani tergabung dalam kelompok tani agar bisa menerima bantuan maupun program pembinaan.
Di sisi lain, tidak sedikit petani yang belum memahami proses pembentukan kelompok tani maupun pengurusan administrasi. Akibatnya, mereka kesulitan memperoleh bantuan alat produksi, pelatihan hingga akses pemasaran.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa hanya menunggu masyarakat bergerak sendiri. Pendampingan dan pembinaan harus dilakukan secara aktif agar petani kopi lokal bisa berkembang dan mampu memenuhi kebutuhan pasar di daerah sendiri.
Ia juga menilai kopi lokal Berau memiliki peluang besar menjadi produk unggulan daerah apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan. Selain meningkatkan kesejahteraan petani, sektor kopi juga dinilai mampu membuka peluang usaha baru dan memperkuat ekonomi kreatif daerah.
“Jangan hanya fokus pada aturan administrasi saja, tapi bagaimana pemerintah hadir membantu petani agar kopi lokal bisa berkembang dan menjadi komoditas unggulan Berau,” tegasnya. (Adv)



