Reporter: Muhammad Luthfi | Editor: Bambang Irawan
TANA PASER - Cabang Olahraga (Cabor) wushu Kabupaten Paser saat ini tengah fokus mempersiapkan atlet untuk dipertandingkan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim).
Dengan perlengkapan seadanya, pelatih wushu berupaya dengan optimal dalam menciptakan atlet terbaik untuk bertempur melawan atlet dari sembilan kabupaten kota dalam ajang empat tahunan tersebut.
Pelatih Wushu Paser Nur Hadijah menuturkan, perlengkapan untuk melatih atlet wushu di Paser saat ini terbilang belum lengkap dan belum memenuhi standar nasional.
Seperti nomor sanda dalam cabor wushu, masih diperlukan litai atau arena khusus tarung. Sedangkan atlet taolu perlu matras tersendiri agar latihan lebih aman dan maksimal.
“Peralatan masih kurang. Sedangkan yang ada ini belum sesuai standar dan terbatas,” kata Nur Hadijah, Senin (11/5/2026).
Meski dengan peralatan seadanya, hingga saat ini proses latihan terus dilaksanakan secara intens di sekitar kawasan Stadion Sadurengas, Kecamatan Tanah Grogot.
Selain itu, tidak adanya suplemen atau vitamin untuk atlet juga menjadi persoalan. Padahal, suplemen dan vitamin bertujuan meningkatkan performa, mempercepat pemulihan, dan menjaga daya tahan tubuh.
Disisi lain, beberapa atlet wushu Paser merupakan pekerja. Harus menunggu mereka pulang kerja, baru bisa mulai berlatih. Biasanya dimulai pada sore hari, itu pun tidak tepat waktu.
Dengan demikian, Nur Hadijah berharap mendapatkan dukungan tambahan, baik itu berupa fasilitas maupun maupun Training Center (TC) di luar daerah dalam dua atau tiga bulan kedepan.
“Kami membutuhkan bantuan anggaran maupun fasilitas untuk melatih para atlet wushu di Paser. Kalau bisa ada TC di luar daerah, supaya teknik dan mental bertanding mereka bisa lebih berkembang,” tandasnya.


