Reporter: Herdiansyah l Editor: Buniyamin
SAMARINDA - Gubernur Kaltim, Seno Aji memilih bungkam dalam memberikan tanggapan terkait wacana hak angket yang belakangan ramai diperbincangkan oleh sejumlah fraksi partai DPRD Kaltim maupun kelompok masyarakat.
Momen itu terjadi usai Seno Aji menghadiri sebuah agenda di HARRIS Hotel di Samarinda. Saat keluar dari lokasi kegiatan, sejumlah awak media mencoba meminta keterangan terkait sikap Pemerintah Provinsi Kaltim terhadap isu hak angket tersebut.
Namun ketika dihampiri wartawan, Seno Aji tampak memilih irit bicara dan tidak memberikan jawaban secara rinci maupun pernyataan resmi mengenai tuntutan hak angket yang kini menjadi perhatian publik.
Terlihat, Seno Aji langsung berjalan menuju lift hotel sambil terus dikawal sejumlah staf dan panitia kegiatan. Beberapa pertanyaan yang dilontarkan awak media pun tidak mendapatkan respons panjang dari orang nomor dua di Kaltim tersebut.
Sikap bungkam Seno Aji itu sontak menjadi perhatian para jurnalis yang telah menunggu sejak kegiatan berlangsung. Sebab, isu hak angket belakangan mulai ramai dibahas di ruang publik dan menjadi perbincangan di kalangan politik daerah.
Diketahui, sejumlah pihak sebelumnya mendorong penggunaan hak angket sebagai langkah untuk meminta penjelasan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di Kaltim. Desakan tersebut datang dari elemen masyarakat hingga beberapa fraksi partai politik.
Suasana di sekitar hotel sempat dipadati awak media yang mencoba mendapatkan pernyataan langsung dari Seno Aji. Tapi Wakil Gubernur Kaltim itu tetap memilih meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan lebih jauh.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Muhammad Samsun mengatakan penggunaan hak angket harus tetap mengikuti prosedur, dimulai dari hak interpelasi sebelum masuk ke tahap berikutnya.
"Hak angket tidak bisa langsung begitu. Ada mekanismenya seiring mengikuti perkembangan ke depannya," ungkapnya.


